TribunManado/

Jadi Pelsus Selama 8 Tahun, Vocke Ompi: Ini Anuegrah Tuhan

Pemimpin ibadah yang memakai stola gereja (GMIM) berwarna putih, selalu menjadi pusat perhatian jemaat dalam setiap peribadatan.

Jadi Pelsus Selama 8 Tahun, Vocke Ompi: Ini Anuegrah Tuhan
VALDY SUAK/TRIBUN MANADO
Vocke Ompi Pelsus Jemaat Pniel Liwutung saat melayani di gedung Gereja 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak

 

 TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemimpin ibadah yang memakai stola gereja (GMIM) berwarna putih, selalu menjadi pusat perhatian jemaat dalam setiap peribadatan.  

Firman Tuhan yang diambil dalam Alkitab selalu disuarakan mereka untuk menasihati dan membibimbing kehidupan jemaat. Mereka inilah yang disebut sebagai pelayan khusus (Pelsus). 

Hari-hari terakhir melayani mulai dilewati para pelsus, 13 Oktober dan 15 Oktober menjadi hari kembalinya dipilih para pelayanan Tuhan. 

Ada yang berlanjut, ada juga yang harus mengakhiri periode pelayan dan tak bisa dipilih lagi sesuai aturan. Seperti Vocke Ompi Penatua Pria Kaum Bapa (P/KB) Jemaat Pniel Liwutung.

Dua periode di BIPRA membuat ia tak bisa lagi dipilih dikarenakan aturan. 

Bukan mengakhiri massa pelayanan, tapi baginya ini awal melayani. Katanya, melayani Tuhan bukan hanya kewajiban Pelsus.

Tak terkecuali, baginya semua orang termasuk Jemaat biasa pun memiliki kewajiban untuk melayani. "Tak hanya Pelsus, rasa ingin melayani harus ada dalam diri setiap orang," ungkapnya. 

Delapan tahun menjadi Pelsus, membuat ia mendapat berbagai pengalaman. Tak mulus, begitu katanya. Melayani Tuhan tak seperti melayani pimpinan dalam sebuah pekerjaan. 

Halaman
12
Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help