TribunManado/

Ikut Apel Pagi, Seorang ASN Bolmong Ditangkap Polisi

"Yang bersangkutan sudah menjadi target operasi karena adanya laporan dari warga," ujarnya.

Ikut Apel Pagi, Seorang ASN Bolmong Ditangkap Polisi
Foto Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Apel pagi Aparatur Sipil Negara di Sekretariat Daerah Rabu (11/10/2017) pagi seketika heboh. Sekelompok pria berwajah garang dan badan kekar tampak menghampiri seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Barisan apel yang awalnya rapi seketika terbongkar. Semua pandangan tertuju pada sekelompok pria itu. Mereka tampak menyergap ASN yang diketahui dari Bagian Umum Setdakab, berinisial AS.

Dari keterangan polisi, yang dipimpin Aiptu Zainal Amama, AS merupakan target operasi kasus dugaan penggelapan mobil dan penipuan CPNS pada sejumlah warga di Bolaang Mongondow

AS rupanya merupakan residivis kasus yang sama. Ia sebelumnya telah menjalani hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan di rumah tahanan Kotamobagu, pada 2015 lalu.

"Yang bersangkutan sudah menjadi target operasi karena adanya laporan dari warga," ujarnya.

Kapolsek Urban Kotamobagu, Komp Ruswan Buntuan mengatakan AS melakukan penipuan CPNS sebesar Rp 25 juta. Selain itu, ia juga menggelapkan satu unit mobil. Polisi masih mengembangkan kasus ini.

"Kemungkinan masih ada lagi kasus lainnya dari AS yang belum terungkap. AS diancam pasal 378 KUHP dan 374 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara," jelasnya.

Kepala Bagian Umum, Mansur Paputungan mengatakan AS baru dua hari terakhir masuk kantor lagi, setelah 31 hari tak masuk. Pada hari penangkapan itu, AS datang pukul 06.00 Wita.

"Saya tiba di kantor stengah 8 pagi. Dia sudah ada. Katanya dia datang pukul enam pagi. Saya juga heran kenapa dia datang sepagi itu," ujar Mansur.

AS sendiri sudah sementara proses indisipliner. Bagian umum sendiri sudah mengeluarkan teguran lisan hingga tertulis. Namun saat ini Mansur sudah menyerahkan laporannya ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan.

"Setelah pernyataan tidak puas, ini sudah bukan ranah kami. Dia sebenarnya sudah sementara proses di BKDD. Sudah lama tak masuk, tiba-tiba datang," ucapnya.

Mansur sebenarnya sudah beberapa kali dihubungi oleh polisi, terkait penangkapan AS ini. Polisi sudah memperlihatkan surat perintah penangkapan AS padanya."Polisi sudah beberapa kali datang di kantor, tapi dia tak datang," ucapnya.

Kepala BKDD Bolmong, Hamri Binol mengatakan sanksi tegas untuk pegawai indisipliner, apalagi yang terjerat kasus pidana. Namun harus menunggu putusan inkrah.

"Kan belum ada putusan hukum tetap. Kalau soal proses indisipliner tetap jalan," jelasnya. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help