TribunManado/

Dirjen Pengadaan Tanah Bahas Ganti Rugi Lahan Depot Pertamina Bitung

"Proses penilaian harga ini sesuai dengan prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Dirjen Pengadaan Tanah Bahas Ganti Rugi Lahan Depot Pertamina Bitung
NET
Lahan Depot Pertamina Bitung. foto beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pembayaran ganti rugi depot terminal bahan bakar minyak (TBBM) Bitung kembali mencuat bertepatan dengan kedatangan Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kementerian-ATR) Arie Yuriwin ke Manado, Rabu (11/10).

Arie mengatakan, ganti rugi itiu harus berdasarkan kondisi eksisting lahan.

"Luasan lahan yang akan diganti rugi harus disepakati sesuai dengan kondisi eksisting, saya tidak mengesampingkan putusan pengadilan negeri, tetapi eksisting harus diperhatikan," kata Dirjen Pengadaan Tanah.

Langkah selanjutnya, menurut dia, adalah tinggal menyepakati soal nilai ganti rugi.

"Pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Dia menyimpulkan, sedikitnya ada tiga persoalan yang harus diselesaikan agar pembayaran ganti rugi tidak berlarut-larut.

Pertama, terkait data hak pemegang seritifikat, kemudian kondisi eksisting di lapangan, serta ahli waris.

"Kita juga meminta ada kesepakatan penetapan dari ahli waris Simon Tudus maupun Pontoh termasuk mekanisme pembagiannya. Kami akan mendampingi pertamina supaya tidak salah membayar," ujarnya.

Dia juga menegaskan, data yang benar berasal dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help