TribunManado/

Marlina Sudah Kunjungi Aditya Moha di Tahanan KPK

Marlina Moha Siahaan alias MMS belum ditahan lagi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Manado yang menangani kasus ini.

Marlina Sudah Kunjungi Aditya Moha di Tahanan KPK
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Marlina Moha Siahaan duduk tenang saat mendengarkan putusan sela di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (15/3) 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO ‑ Meski berstatus terpidana kasus dugaan korupsi  Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD), Marlina Moha Siahaan alias MMS belum ditahan lagi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Manado yang menangani kasus ini.

Apalagi sang anak, Aditya 'Didi' Moha (ADM) yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar bersama Ketua Pengadilan Tinggi Sulut, Sudiwardono SH, Mhum telah ditangkap (OTT) saat sedang terlibat suap untuk mengamankan kasus yang menimpa MMS alias Butet.

Chandra Paputungan SH, pengacara MMS mengatakan, memang betul dia mendapat informasi mantan Bupati Bolmong dua periode ini telah menjenguk anaknya ADM di tahanan KPK.

"Saya dapat informasi kalau beberapa hari yang lalu klien saya sudah mengunjungi anaknya," kata dia. Chandra juga mengatakan hingga saat ini kliennya masih berada di Jakarta. "Kabarnya masih di Jakarta dan belum balik ke Sulut," aku dia.

Hingga saat ini Chandra mengatakan pihaknya masih mempersiapkan diri, untuk menghadapi proses gugatan yang ada di Pengadilan Tinggi Manado."Saya berharap kasus OTT yang terjadi di Jakarta tidak mempengaruhi gugatan yang ada di Pengadilan Tinggi Sulut di Manado Manado," ujarnya.

Menariknya, Pengadilan Tinggi Sulut di Manado belum bisa memastikan kapan proses gugatan atas kasus Korupsi TPAPD Bolaang Mongondow yang menyeret mantan Bupati Bolmong. Marlina lanjut.

Wakil Kepala Pengadilan Tinggi Manado, Siswandriyono mengatakan, dia belum menerima arahan dari atasan terkait proses gugatan tersebut. "Kami belum tahu, yang jelas masih menunggu arahan dari atasan," ujarnya, Senin (10/10).

Sudiwardono menambahkan semua berkas yang dibawah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya berkaitan dengan kasus korupsi TPAPD Bolmong.

"Berkas yang diambil adalah kasus korupsi TPAPD Bolaang, kalau untuk softcopy berupa hardisk tetap ada tapi saya tidak tahu jumlahnya berapa," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pengadilan Tinggi Sulut di Manado akan terus memproses gugatan dari MMS tersebut."Tetap akan kami proses, hanya menunggu pergantian hakim ketuanya saja," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help