TribunManado/

Juni Tampamewa Sebut Pengelolaan Proyek di RSJ Ratumbuysang Bukan Kewenangan VJ

VJ alias Vanda resmi dimulai, Senin (9/10) di kantor Pengadilan Negeri Manado siang tadi.

Juni Tampamewa Sebut Pengelolaan Proyek di RSJ Ratumbuysang Bukan Kewenangan VJ
tribun manado
VJ, tersangka kasus penipuan Rp 9 miliar menaiki mobil tahanan Kejari Manado, Rabu (4/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah ditunda sebanyak dua kali, akhirnya sidang dakwaan terhadap kasus penipuan yang melibatkan oknum ASN RSJ Ratumbuysang inisial VJ alias Vanda resmi dimulai, Senin (9/10) di kantor Pengadilan Negeri Manado siang tadi.

Vanda yang datang menggunakan kemeja putih dan rok berwarna hitam serta membaik kacamata tampak gugup ketika duduk didepan majelis hakim.

Bahkan ketika ketua majelis hakim, Djaniko Girsang menanyakan keadaan Vanda, suaranya tampak bergetar dan terdengar sangat pelan.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lily Muaya, terdapat empat surat yang diduga dipalsukan oleh Vanda ketika membuat perjanjian dengan korban Tirza Kojongian.

"Dalam kasus ini terdakwa VJ diduga telah melakukan pembuatan surat perintah kerja (SPK) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang Manado waktu itu yakni dr. Juni Tampamewa," kata Lily.

Lily juga membacakan keterangan dari saksi dr. Juni Tampamewa yang mengatakan bahwa pada saat ia menjabat sebagai direktur RSJ Ratumbuysang Manado, bukan kewenangan Vanda mengelola proyek pengadaan alat kesehatan melainkan dr. Frida M. Agu.

"Dalam berkas dakwaan ini juga mengatakan bahwa Vanda bukanlah orang yang berwenang mengelolah proyek alat kesehatan di RSJ Ratumbuysang Manado, melainkan orang lain," beber dia.

Usai mendengarkan pembacaan dakwaan, Vanda kemudian diminta untuk melakukan pembelaan.

Ia lalu berdiri dari kursinya dan menuju kepada pengacaranya Reynald Pangaila dan berbincang selama 30 detik.

"Pembelaan saya akan dibacakan oleh pengacara saya," kata Vanda.

Reynald Pangaila kuasa hukum Vanda lalu mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan eksepsi.

"Kami dari kuasa hukum meminta eksepsi," ujar Reynald.

Hakim kemudian mengatakan eksepsi akan dilakukan pada Rabu (11/10) tengah pekan nanti.

"Baik, eksepsi kita jadwalkan pada Rabu nanti, dan saya minta saudara Vanda untuk menjaga kesehatan," tegas hakim lalu menutup persidangan. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help