TribunManado/

Ini Dia DEXLITE Bahan Bakar Diesel Ramah Lingkungan

Sebagai bahan bakar diesel varian terbaru, Dexlite menjadi salah satu pilihan bagi konsumen

Ini Dia DEXLITE Bahan Bakar Diesel Ramah Lingkungan
tribunbatam

TRIBUNMANADO.CO.ID – Menurut Senior Sales Representative Retail Wilayah XII Kepulauan Riau, Ida Bagus Ru, Dexlite diharapkan memenuhi kebutuhan konsumen Bahan Bakar Diesel dengan kualitas lebih baik dari Biosolar namun tak semahal produk Pertamina DEX.

Sebagai bahan bakar diesel varian terbaru, Dexlite menjadi salah satu pilihan bagi konsumen di Kota Batam yang ingin mendapatkan bahan bakar diesel berkualitas dan ramah lingkungan.

“Produk ini memiliki angka cetane 51 dengan kadar sulfur di bawah 1.200 ppm. Berbeda dengan pendahulunya, yaitu solar, yang hanya memiliki angka cetane 48 dan kadar sulfur tinggi hingga 3.500 ppm.” kata Ru di Kantor Pertamina Branch Marketing Kepulauan Riau, Rabu (4/10/2017).

Dengan perbedaan angka cetane dan kadar sulfur tersebut, tentunya sangat berpengaruh dengan kondisi kebersihan dan performa mesin diesel kendaraan konsumen.

Ru menambahkan, untuk Kota Batam, Dexlite dipasarkan perdana bulan Mei 2016 melalui 3 SPBU di Kota Batam dan disuplai dari Terminal BBM Kabil. Saat ini rata-rata penjualan Dexlite di Kota Batam mencapai rata-rata 200 KL per bulan.

"Hal ini menunjukkan Dexlite cukup diterima di Kota Batam, apalagi Batam juga banyak kendaraan Diesel keluaran baru yang cocok menggunakan Dexlite atau Pertamina DEX," tambah Ru.

Sementara itu Branch Marketing Manager Pertamina Kepri Doni Indrawan mengatakan, Dexlite diharapkan mampu mengurangi beban subsidi pemerintah, yang selama ini diberikan untuk pengguna Bio-Solar.

Oleh karenanya, Dexlite diharapkan mampu menarik pengguna Bio-Solar untuk beralih ke Dexlite yang lebih berkualitas namun juga memiliki harga terjangkau.

“Kita harapkan konsumen yang biasanya pakai Bio-Solar bisa beralih, sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM. Kalau sebagian pindah ke Dexlite, otomatis pemerintah juga akan berkurang bebannya. Karena sekarang ini, Solar subsidi pada kenyataannya juga dipakai oleh konsumen yang punya mobil mahal,” kata Doni.

Tim peneliti dari PT LAPI ITB Tri Yus Wijayanto membenarkan adanya keunggulan yang dimiliki Solar Dexlite. Yus mengatakan, Dexlite memberikan hasil performa yang lebih baik di atas Solar dan memiliki beberapa aspek keunggulan yang lebih baik daripada Pertamina DEX.

Menurutnya, Dexlite memiliki pengaruh yang lebih baik dibanding Bio-Solar dan Pertamina DEX terhadap daya mesin kendaraan, pada kecepatan yang sering digunakan pengguna mobil diesel, yakni 20-100 Km/jam.

Sementara dari aspek akselerasi dan torsi, Yus mengatakan, Dexlite juga lebih baik dibanding Solar.

Selain itu, ia menyebutkan keunggulan lain Dexlite, seperti pengurangan kebisingan mesin yang hampir sama dengan Pertamina DEX, dan kehematan konsumsi bahan bakar yang sangat menonjol.

“Ada penghematan yang cukup tinggi pada Dexlite 7% dibanding Solar. Kalau bagi kita mungkin tidak kelihatan signifikan, karena 7% dibandingkan Rp 5.150 (harga Solar) hanya sekitar Rp 450 penghematan kalau dihitung per liter nya. Namun kalau dalam skala industri, 7% itu sudah luar biasa. Apalagi kalau untuk PLN, wah, itu sudah sangat luar biasa penghematannya,” terang Yus.

Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help