TribunManado/

KEK Pariwisata Masih Lengkapi Dokumen

Pemerintah Provinsi Sulut masih melengkapi dokumen untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata

KEK Pariwisata Masih Lengkapi Dokumen
beritadaerah.com
Keteduhan dan kesunyian Pulau Lihaga. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulut masih melengkapi dokumen untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kawasan yang rencananya seluas 2000 hektare di Likupang,Minahasa Utara itu diinisiasi oleh Badan Usaha Swasta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengungkapkan, dua dokumen yang penting harus disiapkan yakni Master Plan pengembangan pariwisata dan kajian lingkungan.

"Nanti badan usaha (swasta) yang mengusulkan buat master plannya," kata Karouw.

Untuk mewujudkan itu harus memenuhi semua persyaratan, memang dokumen membutuhkan waktu disusun.  Sejauh ini dokumen yang sudah siap yakni persetujuan Bupati Minut termasuk rencana pengembangan pariwisata kemudian persetujuan Pemprov Sulut. Sampai di sini Pemprov dan Pemkab S sejalan bahwa Likupang itu masuk kawasan pariwisata.

Selanjutnya dalam master plan dipaparkan luas kawasan yang alam digunakan. Jenis pariwisatanya apakah perhotelan, watter sport atau atraksi pariwisata semua ditampilkan dalam master plan.

Nanti jika dokumen lengkap akan dibawa ke Dewan Nasional KEK. Jika lengkap ditetapkan jadi Peraturan Pemerintah.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey sudah menyerukan Kawasan Pariwisata ini ketika rapat dengan Badan Kordinasi Penanaman Modal RI. Ternyata pemerintah pusat juga punya konsep serupa membangun kawasan Pall beach resort di lahan Hak Guna Usaha Perkebunan di Marinsow Likupang.

"Sekarang kami fokus kelengkapan dokumen," kata dia. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help