TribunManado/

Desa ini Penghasil Nanas di Bolmong, Setiap Tahun Panen 2.400 Ton 

"Program ini fokus pada pengembangan ekonomi desa, dengan potensinya yakni buah nenas. Pemanfaatan sumber daya kearifan lokal yang dimiliki desa,"

Desa ini Penghasil Nanas di Bolmong, Setiap Tahun Panen 2.400 Ton 
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Desa Lobong, Bolmong, penghasil buah nanas 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Ingat nenas, pasti ingat Lobong, desa penghasil nenas di Bolaang Mongondow. Ketika lewat di kawasan ini, jejeran nenas memanjang ratusan meter di jalan trans sulawesi ini.

Data di dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong menyebut Desa Lobong memproduksi 2.400 ton per tahun, di lahan seluas 400 hektare. Luas ini setengah dari lahan potensial yang dimiliki yaitu 800 hektare.

Warga menjual 90 persen hasil dalam bentuk segar dan 1,25 persen menjadi selai. Sisanya 8,75 persen terbuang atau busuk. Olahan nenas sebesar 1,25 persen ini diproduksi oleh 25 unit Industri Kecil Menengah.

"Pertumbungan IKM di Lobong ini memang cepat. Kondisi IKM saat ini memang masih sederhana. Namun ke depan kami akan mempercepat perkembangan IKM menjadi IKM modern," ujar George ED Tanor, Kepala Dinas, Senin (9/10).

Upaya menggenjot IKM ini yakni dengan program pengembangan industri melalui pendekatan One Village One Product, yang baru dicanangkan 5 Oktober 2017 lalu. Sekretaris Daerah Tahlis Gallang mengepalai langsung tim ini.

"Program ini fokus pada pengembangan ekonomi desa, dengan potensinya yakni buah nenas. Pemanfaatan sumber daya kearifan lokal yang dimiliki desa," ucapnya.

Desa Lobong sebagai sentra OVOP menjadi titik awal pengembangan OVOP di Bolmong. Ini telah melewati kajian teknis. Sebab keunikan komoditas nenas Lobong, memiliki cita rasa khas yang tidak ditemukan di daerah lain.

"Masyarakat juga aktif dalam mengembangkan produk olahan nenas. Pertumbuhan wirausaha baru selama dua tahun terakhir menjadi bukti nyata bahwa adanya kesadaran tentang potensi desa," terangnya.

Kepala Bidang Perindustrian, Aisya Palima mengatakan konsep ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk percepatan pengembangan industri kecil menengah. Serta inovasi memperkuat program IKM yang sudah ada.

"Kami harap dengan program ini, ke depan akan tumbuh dan berkembang produk-produk unggulan desa yang akan memenuhi kebutuhan produk baik di dalam maupun di luar desa," jelasnya. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help