TribunManado/

BPMW Manado Teling Pertanyakan Keputusan SMST

Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Teling mempertanyakan salah satu keputusan yang dihasilkan saat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) 2017

BPMW Manado Teling Pertanyakan Keputusan SMST
TribunManado
Ketua Remaja Rayon 2 Manado Pnt Frederik Tangkau bersama Ketua Remaja Wilayah Manado Teling Pnt Noldi Lela menyerahkan hasil konsultasi ke Sekretaris Remaja GMIM Pnt Iwan Frederik, usai konsultasi di Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Teling mempertanyakan salah satu keputusan yang dihasilkan saat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) 2017 di Wilayah Tanawangko, dimana pelaksana pemilihan Komisi Remaja 2018 yang tadinya disepakati saat Konsultasi Tahunan Remaja di Bitung Wilayah Manado Teling selaku tuan rumah, dianulir saat SMST dengan mengganti Wilayah Amurang selaku pelaksana.

Sekertaris BPMW Manado Teling Pnt Dr Nico Lumintang mengatakan, keputusan tersebut sangat sepihak dan sama sekali tidak menggambarkan pada hasil musyawarah bersama dalam hal ini rapat konsultasi remaja. "Ini kali kedua Wilayah Manado Teling dikecewakan, sebelumnya sebagai pelaksana Pesta Seni Remaja 2017 yang juga dianulir, ada apa ini KPRS?," tanya Lumintang.

Lanjut kata dia, sesuai informasi yang diterima dari Ketua KPRW Manado Teling Pnt Noldi Lela, hasil pleno Konsultasi Remaja di Bitung oleh pimpinan sidang dalam hal ini Pnt Meksi Sahensolar selaku Wakil Ketua KPRS, telah memutuskan Manado Teling sebagai tuan rumah bahkan sebagai calon tunggal yang telah memberikan surat kesiapan dari BPMW Manado Teling saat Konsultasi.

Namun anehnya dalam draft program KPRS yang dimasukan pada Sidang Sinode, terjadi perubahan mendadak dengan bertambahnya wilayah Amurang selaku calon tuan rumah, sehingga secara otomatis karena ada dua wilayah yang mencalonkan diri, saat rapat seksi harus dilakukan voting untuk menetapkan tempat. Hasilnya wilayah Amurang yang tidak mendapat rekomendasi saat Konsultasi Remaja di Bitung malah yang ditunjuk jadi pelaksana.

"Harusnya KPRS dapat mengawal hasil konsultasi yang telah diketahui seluruh Penatua Remaja yang hadir di Bitung, sehingga ini menjadi perhatian khusus dari seluruh Penatua Remaja karena sangat memiriskan hasil konsultasi tidak dapat dikawal KPRS, saya dengar para Penatua Remaja dalam waktu dekat akan meminta pertanggung jawaban dari Ketua KPRS, ada apa ini hasil konsultasi diubah sepihak, apakah KPRS tidak mampu mengawal hasil konsultasi atau ada kepentingan lain," sebutnya.

Terpisah sejumlah Penatua Remaja ikut bersuara, intinya mereka ikut mempertanyakan dan menyesalkan adanya perubahan tempat pelaksanaan secara mendadak yang tidak dihasilkan sesuai mekanisme yang telah berlaku selama ini.

"Kami minta KPRS memberikan penjelasan soal pemindahan lokasi pelaksanaan. Ini artinya pelecehan terhadap hasil konsultasi yang digumuli dan diputuskan bersama seluruh Penatua Remaja di Bitung, ditambah lagi tuan rumah beberapa kegiatan berpindah tempat seperti HPRS, konsultasi tahunan, serta beberapa kegiatan lain, " kata Pnt Frangky Sumakul, Pnt Bony Rompas, Pnt Alfa Ombong, Pnt Jhoni Lintang, Pnt Rhoudy Sumanti, Pnt Feiby Lontoh, Pnt Rhisky, Pnt Dicky Syaranamual, Pnt Sanny Samola, Pnt Arnol Makawiahe, Pnt Johanes Rantelangan, Pnt Irwany Maki, Pnt Jofli Kaparang, Pnt Yani Papia, Pnt Saldi Jacob dan Pnt Steven Rondonuwu.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help