TribunManado/

Ketika Disco Tanah Hilang dari Hajatan Diganti Keyboard

Saat ada pesta nikah sering alunan musik bernada cepat itu mengiringi hampir sepanjang malam.

Ketika Disco Tanah Hilang dari Hajatan Diganti Keyboard
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Seorang operator Keyboard memutar musik disco usai karoke, warga pun terlihat berjoget, foto diambil (7/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Suara dentuman musik disco terdengar di sepanjang desa di Kecamatan Ratatotok.

Saat ada pesta nikah sering alunan musik bernada cepat itu mengiringi hampir sepanjang malam.

Demikian dikatakan Rinto Tiwow saat disco tanah masih menjadi andalan warga untuk mengisi acara hajatan.

Namun suasana itu kini hilang, ia yang dahulu memiliki satu set audio disco tanah memilih untuk menjualnya. Orderan sepi, harga sewa pun sering membuat rugi.

Meski begitu disco tanah sempat berjaya pada tahun 80-an sampai awal 2000-an. Rinto mengaku di tahun-tahun itu, disco tak pernah sepi orderan.

"Dari ayah saya sudah hobi mengoleksi speaker-speaker besar dan dijadikan disco. Sampai dijalan saya disco masih populer, namun diawal tahu 2000an mulai hilang," ujarnya Sabtu (7/10/2017).

Menurutnya kehadiran keyboard menjadi alasan hajatan kini sepi mengorder disco tanah. "Harga sewa tentu lebih murah kalau pakai keyboard. Sebab disco hanya untuk joget saja, sedangkan keyboard bisa untuk joged dan karoke. Hal itu membuat disco tanah hilang, sebab warga mencari sesuatu yang lebih praktis mungkin," jelasnya.

Meski begitu ia mengaku memang sudah selayaknya disco tanah tergantikan oleh keyboard. "Sebab massa kejayaan disco tanah juga sudah lama, apalagi sekarang sudah semakin modern jadi sudah katakan keyboard yang diminati," jelasnya.

Saat ini ia mengaku semua audio set disco tanah miliknya sudah dijual. "Saya sudah jual, bahkan jual dengan harga murah. Kalau waktu perakitan menghabiskan sekitar Rp 20 juta lebih saya hanya jual Rp 10 juta," ungkapnya.

Sementara itu Rian salah satu warga yang sering ikut hajatan, mengaku lebih terhibur dengan adanya keyboard.

"Sebab kalau disco tak bisa lihat atau dengar orang Karoke, kalau keyboard kan bisa," jelasnya.

Sebab menurutnya tak semua orang suka joget. "Ada mungkin yang hanya suka karoke, sehingga keyboard selalu jadi pilihan," bebernya.

Meski begitu baik disco atau keyboard ada hal yang masih menjadi kendala. "Sering kacau, ada yang berkelahi dan lain-lain. Baik acara keyboard dan disco tanah sama saja jarang sekali berjalan aman," ungkapnya.

Sejak adanya Keyboard warga yang menonton acara hajatan semakin banyak, tidak hanya anak muda bahkan orangtua pun ikut hadir.

Penulis: Valdy Suak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help