TribunManado/

Gubernur Sulut Berpengucapan di Kota Bitung

Unik dan luar biasa. Dua kata itu pas menggambarkan Pengucapan Syukur di Bitung, Minggu (8/10).

Gubernur Sulut Berpengucapan di Kota Bitung
ARTHURROMPIS

 TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG- Unik dan luar biasa. Dua kata itu pas menggambarkan Pengucapan Syukur di Bitung, Minggu (8/10).

Betapa tidak, hajatan khas warga sub etnis Minahasa itu dilaksanakan penduduk Bitung yang terdiri dari berbagai etnis seperti Nusa Utara, Gorontalo, Bugis, Palembang, Maluku, Batak hingga Aceh.

Hajatan itu juga tak hanya dilaksanakan umat Kristen, namun juga Islam, Hindu, Budha hingga Konghucu.
Makanannya pun unik.

Serba ikan laut, dengan berbagai variannnya yang unik, seperti sashimi, gohu cakalang, hingga ikan hiu.
Sejumlah warga Manado dan Minahasa yang berkunjung mengaku terkesan dengan pengucapan "nusantara" ala Bitung. 

Lina Tawaang warga Manado mengatakan pengucapan Bitung adalah suprise.
"Luar biasa, saya sangka biasa saja, ternyata luar biasa," ujar dia.

Lina menceritakan pengalamannya mendatangi suatu tempat di Bitung.
Ia disambut warga dengan hangat.
Diantara warga yang menyambut ada beberapa yang memakai kerudung dan peci.

"Padahal kami tak saling kenal, namun mereka jamu kami dengan baik, seolah sudah lama kenal," ujar dia.

Ungkap Lina, usai makan, mereka lantas diantar warga ke rumah tujuan.
Tak lupa disuruh bungkus nasi jaha cakalang yang jadi makanan khas selama pengucapan Bitung kali ini.

Ricky Saerang warga Tondano yang berkunjung ke sanaknya di Bitung mengagumi rasa nasi jaha cakalang.

"Wah rasanya mirip lalampa," kata dia.Sementara Nicky warga Paniki 
mengaku menikmati sajian sashimi 
yang disediakan temannya di Kelurahan Aertembaga.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help