TribunManado/

Tahlis: Program Pembangunan Jangan Tumpang Tindih

Warga menginginkan pembangunan infrastruktur di tiap desa melalui dana desa.

Tahlis: Program Pembangunan Jangan Tumpang Tindih
HANDHIKA DAWANGI
Tahlis Gallang 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Warga menginginkan pembangunan infrastruktur di tiap desa melalui dana desa. Namun tak semua program bisa tertangani lewat bantuan Rp 1 miliar bagi desa di Bolmong tersebut.

Seperti warga di desa terisolasi, Pomoman. Mereka menginginkan adanya jalan lebih layak meski dalam lingkup desa. Namun hal itu belum bisa terpenuhi.

"Nah kami membangun apa yang jadi kewenangan desa. Kalau sekarang masih pembuatan got. Kalau jalan itu sudah kewenangan pemkab," ujar Frangky Tambayong, salah seorang perangkat desa.

Sekretaris Daerah Bolmong Tahlis Gallang mengatakan pembangunan desa tak boleh tumpang tindih dengan kewenangan daerah. Sehingga harus ada koordinasi.

"Agar sesuai dengan mekanisme yang ada. Karena ada beberapa yang menjadi kewenangan daerah tidak boleh dikerjakan desa melalui anggaran dana desa yang ada," ujarnya.

Pembahasan APBDes harus benar-benar memahami aspek kewenangan wilayah mana yang bisa dan tidak. Misalnya pembangunan lorong tidak bisa dari belanja modal karena status jalan desa.

"Daerah tidak bisa lagi mencatatkan dalam neraca APBD. Kecuali jalan tersebut dihibahkan statusnya jadi aset kabupaten," jelasnya.

Jika persoalan kewenangan ini tidak berjalan dengan baik, maka ini akan menjadi ancaman bagi Bolmong. Bahwa tak bisa raih opini dari BPK RI, WTP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Albert Tangkere mengatakan, karena rawannya tumpang tindih program, sehingga terus ada bimbingan teknis dan pengawasan. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help