TribunManado/

Tim Ekspedisi Nusantara Jaya

Cerita Tim Ekspedisi di Pulau Kahakitang, Kekurangan Guru Hingga Siswa Pakai Sandal ke Sekolah

Beberapa siswa SD Santa Lucia ini ada yang hanya mengenakan sendal jepit dan seragam seadanya.

Cerita Tim Ekspedisi di Pulau Kahakitang, Kekurangan Guru Hingga Siswa Pakai Sandal ke Sekolah
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Anak-anak Pulau Kahakitang, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) belajar menyikat gigi dari tim Ekspedisi Nusantara Jaya, pada Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA - Tingkat pendidikan yang masih rendah di Desa Dalako Bombanehe di Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, memotivasi tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) untuk melakukan proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Santa Lucia.

Pulau ini berada nyaris di perbatasan Indonesia dan Filipina.

Jumat (6/10/2017) hari ketiga ini, tim ENJ melakukan program sosialisasi cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar kepada anak-anak kelas satu sampai kelas enam yang tentunya bisa membantu wawasan para murid sekolah dasar.

Peserta ENJ, Yoan Henoch (21) seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan Unika De La Salle merasa sangat berkesan atas titipan ilmu yang dia berikan kepada anak-anak SD Santa Lusia.

"Banyak pelajaran yang saya dapati dari sosialisasi ini salah satunya ilmu yang walaupun kecil tapi itu sangat berharga dan yang saya harapkan mereka bisa mempraktekkannya di kehidupan sehari-hari," tuturnya.

"Sekaligus saya sangat senang karena anak-anak ini bertingkah lucu seperti yang saya perhatikan tadi lucu karena meskipun anak-anak sudah tahu menyikat gigi tapi saat saya kasih belajar mereka malah lupa. Selain itu hal ini sangatlah penting terutama kepada orang tua yang harus terus membimbing cara hidup sehat," tambahnya

Anak-anak sangat antusias untuk mengikuti aktivitas belajar mengajar, bahkan beberapa siswa SD Santa Lucia ini ada yang hanya mengenakan sendal jepit dan seragam seadanya.

Sekolah yang dinaungi Yayasan Keuskupan Sangihe dan telah berdiri sejak tahun 1959 ini memberikan edukasi ke empat desa yang ada di pulau Kahakitang. Walau hanya berkekuatan enam guru pegawai dan dua guru honor sekolah ini mampu mendidik sebanyak 60 siswa.

Keterbatasan dalam bentuk infrastruktur, fasilitas dan sumber daya manusia tidak mengurungkan niat guru dan warga untuk tetap memberi pembelajaran berharga kepada para penerus bangsa di Kecamatan Tatoareng.

Kepala Sekolah SD Santa Lusia bernama Antonia Kalensang berkata walaupun dari segala keterbatasan, dia merasa sangat baik dan bermanfaat besar selama mengajar. "Saya merasa sangat terbebani mengajar di tempat ini karena suasana dan kondisi di sini yang belum berkembang. Untuk itu saya bertanggung jawab mengembangkan tingkat pendidikan di tempat ini," katanya.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help