TribunManado/

Rifan Financindo Gelar Roadshow Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Lima Kota Besar

Maraknya penipuan berkedok investasi PBK memperlihatkan masih banyak warga Indonesia yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi.

Rifan Financindo Gelar Roadshow Edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Lima Kota Besar
ISTIMEWA
SUMBANGAN RFB - (ki-ka) Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka (RFB), Teddy Prasetya, Kepala RFB Medan, Sonya Kadarmanik, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni, Plt Dirut Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi dan Dirut Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang (Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta) saat penyerahan sumbangan 20 unit tempat sampah untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) di Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya mulai dari Agustus- November 2017.

Rangkaian edukasi dalam bentuk media workshop dan lomba penulisan jurnalistik industri PBK di lima kota dengan menggandeng Mayong S Laksono sebagai salah satu juri.

Sosialisasi dan edukasi di Medan menggandeng dunia pendidikan yakni Universitas Sumatera Utara (USU) dalam program Future Trading Learning Center (FTLC). Tujuan FTLC guna memberikan pemahaman sejak dini mengenai industri PBK serta menciptakan SDM yang siap dan berkualitas, serta menjadi calon investor masa depan dalam industri PBK.

Peresmian dan Penandatangan kerja sama dengan USU rencana dilakukan dalam waktu dekat. Jangka waktu kerja sama disepakati 5 (lima) tahun. Bentuk kegiatan yang akan di berikan antara lain pemberian kuliah umum mengenai industri PBK, seminar dan simulasi trading sistem JFX, lokakarya dan riset atau penelitian terkait industri PBK.

Maraknya penipuan berkedok investasi PBK serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia memperlihatkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal dengan baik perdagangan berjangka komoditi.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersama OJK, Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkeu, Kemenkominfo, BI, PPATK berkoordinasi dengan membentuk satgas untuk menjaring investasi bodong maupun memblokir situs internet pialang ilegal dan pialang lokal yang telah dicabut izinnya.

Teddy Prasetya, Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka mengatakan, sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI merasa perlu bersama-sama mengembalikan citra positif industri ini dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi, yang dimulai dari rekan-rekan media sebagai penyampai informasi yang tepat dengan keterjangkauan yang luas.

"Kami melakukan roadshow di 5 kota, dimulai dari Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang, dan Surabaya, dengan harapan masyarakat dapat berinvestasi lebih sehat di industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) melalui BBJ dan KBI. Potensi yang ada di industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia," ujar Teddy.

Menurut Teddy, selama ini harus diakui bahwa masyarakat masih awam dengan jenis investasi ini, karena pada umumnya investasi yang dikenal hanya saham, obligasi, reksadana, deposito dan sebagainya. Tambahan, ada citra negatif yang melekat di kalangan pelaku perusahaan pialang.

Teddy Prasetya menambahkan, target volume transaksi SPA dan komoditi RFB sebesar 500.000 lot di akhir tahun 2017 dan sampai semester 1 2017, volume transaksi kami sudah mencapai 47% dari target".

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang menyatakan, saat ini dinamika industri Perdagangan Berjangka Komoditi masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

"Perlu ditekankan bahwa industri perdagangan berjangka komoditi yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari risiko penipuan berkedok investasi yang cukup sering kita dengar", tegas Paulus di acara sosialisasi industri PBK.

PLT Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi menambahkan, selain perlunya pengetahuan mengenai cara berinvestasi yang tepat, nasabah juga berhak mendapatkan keterbukaan informasi atas setiap transaksi yang dilakukannya.

"Sejak 2015 KBI bekerja sama dengan JFX serta dengan dukungan Bappebti telah meluncurkan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNa) yang memungkinkan nasabah untuk memonitor hasil transaksinya secara real time dari waktu ke waktu," katanya.

Selama sosialisasi ini, Rifan Financindo Berjangka juga sekaligus menyerahkan bantuan berupa alat kebersihan untuk pemerintah kota, yakni Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

RFB merupakan perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang telah mendapatkan ijin dari tahun 2000 bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help