TribunManado/

Irwan Jabat Dirut PDAM Bolmong

Direktur PDAM Bolaang Mongondow akhirnya berpindah Irwan Paputungan, Kamis (5/10). Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow membebas tugaskan Hasni Wantassen.

Irwan Jabat Dirut PDAM Bolmong
FINNKE WOLAJAN

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Direktur PDAM Bolaang Mongondow akhirnya berpindah Irwan Paputungan, Kamis (5/10). Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow membebas tugaskan Hasni Wantassen.

Pemberhentian direktur lama ini setelah pemerintah kabupaten menemukan  kejanggalan pengelolaan keuangan di PDAM Bolmong selama Hasni menjabat.

Kasus PDAM Bolmong yang berlarut-larut menjadi penyebab utama Hasni lengser. Demo berjilid-jilid karyawan PDAM Bolmong menuntut turunnya Hasni. 

Dalam demo karyawan, mereka menduga ada dana Rp 2,6 miliar yang tak tahu ke mana, sementara gaji pensiun karyawan yang kunjung dibayar juga. Serta ada tiga bulan gaji karyawan yang belum terbayar hingga kini.

Dalam acara pelantikan di kantor bupati, Yasti berpesan kepada direktur baru agar menjalankan tugas dengan baik. Agar bisa menjaga kekompakan organisasi, agar bisa memberikan pelayanan yang baik.

Irwan dalam keterangannya mengatakan masih akan mengkaji lebih dalam masalah yang tengah merundung PDAM Bolmong hingga kini. Sebab sebagai pejabat baru, ia belum tahu betul duduk permasalahannya.

Meski begitu, Irwan menyebut tetap akan fokus ke program ke depan, seperti yang dipesankan bupati kepadanya. Tanpa mengesampingkan tanggung jawabnya atas institusi yang masih bermasalah ini.

Pergantian Dirut PDAM Bolmong ini menjadi momentum penyelesaian masalah karyawan dan direksi PDAM. Bupati Yasti tetap menjamin semua keluhan karyawan akan teratasi.

"Kami masih mencari solusi bagaimana agar gaji tiga bulan karyawan, serta dana pensiun yang diduga sebesar Rp 2,6 miliar tersebut terbayarkan," ujar Sonda Simbala, Asisten ll Setda, Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Saat ini memang belum ada solusi, sebab pemkab masih merumuskan jalan keluarnya. Yang pasti tak boleh mengambil dana dari Dana Alokasi Khusus untuk membayar tuntutan karyawan.

"Kami masih mencari cara, bagaimana menyiasati anggaran ini agar bisa membayar tuntutan karyawan. Ada program yang dananya ditekan atau bagaimana, tinggal lihat bagaimana," ucapnya.

Sebelummya, perwakilan karyawan Marham Makalunsenge menuturkan ada tiga tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi yang terus terjadi. Di antaranya pembayaran gaji pegawai tiga bulan terakhir serta dana pensiun sebesar Rp 2,564 miliar. Mereka juga menuntut penggantian dirut. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help