Tebas Tetangganya dengan Parang, Pria asal Tumpaan Ini Langsung Serahkan Diri ke Polisi

Tebasan mengakibatkan lengan tangan kiri korban mengalami luka robek dan jari manis putus serta jari tengah nyaris putus.

Tebas Tetangganya dengan Parang, Pria asal Tumpaan Ini Langsung Serahkan Diri ke Polisi
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Terangka MM (26) warga Tumpaan 2 menyerahkan diri ke polisi usai menebas dengan parang tetangganya. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Peristiwa penganiayaan yang menghebohkan kembali terjadi di Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tepatnya di Desa Tumpaan Dua, pada Senin (2/10/2017) malam sekitar pukul 23.30 Wita.

Kejadian penganiayaan yang terjadi di Desa Tumpaan Dua, mengakibatkan 2 orang terkena senjata tajam oleh tersangka inisial MM (26) warga Tumpaan 2.

Korban Devi Lampah (34) mengalami luka potong di tangan kiri, sehingga jari manis putus, jari tengah nyaris putus serta luka robek di lengan tangan kiri.

Vera Ngantung (26), istrinya Devi Lampah korban mengalami luka potong di bagian wajah. Namun, untuk luka korban Vera masih dalam proses sidik karena ada dua versi dari tersangka dan anak korban sebagai saksi.

Kapolsek Tumpaan, Iptu Aspriono Djohar kepada Tribun Manado Selasa (3/9/2017) menjelaskan, kejadian tersebut awalnya kedua korban sudah tidur di rumah tempat tinggalnya di lokasi tampal ban. Kemudian datang paman tersangka yaitu, DK yang sudah dalam keadaan pengaruh minuman keras langsung berteriak.

Mendengar akan hal tesebut, korban Devi Lampah keluar dari rumah dan menegur DK. Namun teguran korban tidak diterima oleh DK, sehingga DK mengajak korban untuk berkelahi, selanjutnya korban memukul DK sebanyak 1 kali hingga roboh di tanah.

Disaat yang bersamaan datang tersangka MM keponakan DK, MM langsung memungut batu kemudian melempari rumah korban sebanyak tiga kali yang saat itu korban sudah masuk ke dalam rumah.

Merasa tidak puas, tersangka balik arah menuju ke rumahnya yang berjarak sekitar 3 meter dari rumah korban, sambil membawa sebilah parang dan sepotong kayu penumbuk cabai.

Istri korban Vera Ngantung berusaha menahan suaminya tak keluar rumah, tapi korban berhasil keluar dan terjadilah duel antara korban dan tersangka.

Akhirnya Devi Lepah mengalami tebasan sajam dari tersangka, sehingga mengakibatkan lengan tangan kiri korban mengalami luka robek dan jari manis putus serta jari tengah nyaris putus.

Sementara istri Devi juga ternyata mengalami luka dibagian wajah. "Terkait luka dari istri korban Devi masih proses sidik, tapi untuk Devi telah diakui tersangka MM," jelas Djohar.

Djohar menambahkan, karena kasus ini masuk penganiyayaan berat sehingga digunakan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun.

Menyadari perbuatannya telah melanggar hukum, MM langsung menyerahkan diri di kantor Polisi Sektor Tumpaan, sedangkan kedua korban langsung di larikan ke RS Kalooran Amurang, kemudian dirujuk ke RS Malalayang Manado.

Mendengar pengakuan tersangka, Polsek Tumpaan langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakaukan olah TKP serta mencari barang bukti dan meminta keterangan dari pada saksi yang berada di tempat kejadian perkara tersebut. "Tersangka saat ini sudah kami tahan," tutup Kapolsek Tumpaan. 

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved