TribunManado/

Korban Banjir Bandang 2014, Teddyansyah: Tak Menerima Bantuan

Banjir bandang Manado 2014 silam, meninggalkan cerita tak terlupakan. Banyak rumah yang terkena banjir hingga sekarang belum mendapatkan bantuan,

Korban Banjir Bandang 2014, Teddyansyah: Tak Menerima Bantuan
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Perahu penyebrangan melintasi bantaran sungai aliran Tondano di Kawasan Revitalisasi Kelurahan Ketang Baru, Senin (2/10). 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Peristiwa banjir bandang 2014 lalu sulit terlupakan.

Semua barang-barang mereka hanyut tak berbekas.

Teddyansyah dan keluarga hidup sederhana di lingkungan tempat tinggalnya.

Pria berusia 58 tahun ini tetap merasa nyaman  tinggal di lokasi yang membesarkannya.

Rumah Teddyansyah memang sederhana.

Hanya terbuat dari kayu dan tripleks berukuran delapan kali delapan meter.

Kalau siang terasa panas, malam kedinginan. Kalau hujan seng bocor.  Merembes dari bawah. Begitulah kondisi tempat tinggal Teddyansyah (58) dan keluarganya.

Sebelumnya mereka tinggal di rumah beton yang luasnya 10 kali 10 meter.

Itu sudah sejak dua tahun lalu.

Air sungai di Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Paal Dua menenggelamkan hampir seluruh rumah disana.

Halaman
123
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help