TribunManado/

Beberapa Warga Korban Banjir 2014 Mengaku Belum Dapat Bantuan

Kalau janji-janji kami dapat tapi kami tidak masuk nama penerima bantuan

Beberapa Warga Korban Banjir 2014 Mengaku Belum Dapat Bantuan
TRIBUN MANADO
Wanita ini membersihkan sampah dan lumpur di SDN 56 di Dendengan Dalam Manado, pasca banjir 2014 silam. 

MANADO.CO.ID, MANADO - Sebagian warga korban banjir memprotes pembagian bantuan yang tidak tepat sasaran. Pasalnya, banyak korban banjir bandang Manado tahun 2014 lalu yang tidak memperoleh bantuan dari pemerintah melalui instansi terkait.

Hal ini dialami warga yang tinggal di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano dan sekitarnya."Bantuan dari pemerintah untuk kami korban banjir tidak tepat sasaran, karena tidak sesuai dengan data di lapangan," ujar Toni Boham, warga Lingkungan 4 Dendengan Dalam, Senin (2/10).

Sebagai warga yang rumahnya hanyut di bawah banjir bandang hingga kini tidak mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah. "Kalau janji-janji kami dapat, itu juga sering. Sampai saat ini saya tidak masuk nama penerima bantuan, mereka beralasan harus memiliki sertifikat," katanya.

Dia pun mengeluhkan apa yang mereka alami. "Jika alasan tersebut, kenapa yang lain sama seperti kami, rumahnya hanyut di terjang banjir bandang dan tidak ada sertifikat tanah dapat bantuan. Ini patut di pertanyakan," ujarnya dengan nada suara meninggi.

Lebih mengherankan, ada rumah yang jaraknya sekira 100 meter dari sungai. Saat banjir tak mengalami kerusakan berarti, tapi mendapatkan bantuan.

"Rumah saya hanya satu meter dari sungai, tapi harus menerima kenyataan pahit tentang bantuan pemerintah. Jadi sekarang saya bangun kembali rumah di lokasi sebelumnya," ucapnya.

Ketika disentil tentang larangan membangun kembali di bantaran sungai, serta dampaknya untuk keselamatan saat banjir kembali terjadi, dia lebih menyerahkan semua pada Tuhan.

"Mau berbuat apa tidak dapat bantuan rumah, jadi terpaksa membangun kembali di lokasi sebelumnya. Masalah hidup dan mati manusia itu kuasa Tuhan, juga kami membiasakan diri dengan banjir," ungkapnya.

Senada, Jery Lahu, merasa sedih dengan pembagian bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut. "Melihat yang lain menerima bantuan rasanya kami iri. Karena kami sama-sama korban banjir, jangan sampai ada kongkalingkong," ungkapnya dengan raut wajah penuh arti.

"Sama seperti keluarga yang lain, disini kurang lebih 40 keluarga tidak dapat bantuan yang di janjikan. Ada bantuan pasca banjir, itu yang memberikan bantuan makanan dan pakaian hanya dari jemaat," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Charles_Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help