TribunManado/

Dari 1.200 Rumah Bantuan di Pandu, Hanya Terisi 107 KK

Puluhan warga dari 153 kepala keluarga (KK) korban banjir di Lingkungan Tiga Kelurahan Dendengan Dalam, Paal Dua kembali membangun rumah

Dari 1.200 Rumah Bantuan di Pandu, Hanya Terisi  107 KK
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑Puluhan warga dari 153 kepala keluarga (KK) korban banjir di Lingkungan Tiga Kelurahan Dendengan Dalam, Paal Dua kembali membangun rumah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), eks tempat tinggal mereka yang rusak terkena banjir.

Padahal daerah tersebut masuk daerah terlarang untuk dibangun karena daerah rawan banjir. Pasca banjir 2014 silam, Pemko Manado sudah mengeluarkan larangan bangun rumah di sepanjang DAS. Jarak 15 Meter dari sungai tak boleh ada bangunan berdiri.

Dari pantauan Tribun,  rumah-rumah tersebut berdiri sekitar 4-5 meter dari bibir sungai. Bahkan ada bangunan semi permanen yang dibangun dua tingkat. Padahal sebagian dari mereka seharusnya pindah ke Pandu, untuk tinggal di rumah bantuan pemerintah.

Saat ditanya alasan korban banjir lebih memilih membangun kembali rumah di kawasan tersebut.

Suparti misalnya,  rumahnya berada tepat bersebelahan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. "Waktu banjir, rumah kami hanyut dibawa air sungai, tidak tersisa," ujar dia.

Warga Dendengan Dalam ini mengaku enggan pindah karena lokasi jauh dari pusat kota dan juga masih menunggu bantuan lanjutan uang tunai dari pemerintah.

"Hingga kini baru dapat bantuan Rp 3,6 juta, janjinya dapat bantuan lagi Rp 20 juta sampai Rp 40 juta.  Kalau tidak salah itu uang bantuan awal untuk tempat tinggal sementara," ujarnya, Sabtu (1/10) siang.

Suparti juga mengaku enggan pindah ke Pandu karena ia mendengar informasi, justru di kawasan tersebut rawan longsor. Rumah dibangun di pinggiran bukit.  "Kami tetap bertahan di sini, biarjo kena banjir lagi. Kami tidak akan lupa Kampung Merdeka. Mau kemana lagi?" ujarnya.

Sementara itu, Kartini Zees juga warga Dendengan Dalam yang tinggal di pinggir sungai. Ia juga memilih tinggal di lokasi yang dulu rusak terkena banjir dengan alasan  masih menunggu informasi lanjutan seperti apa nasib mereka.

"Waktu rumah kami diterjang banjir, wali kota datang dan berjanji akan membantu kami semua. Tapi sampai sekarang tidak ada. Katanya nanti di gelombang kedua. Tapi sampai saat ini belum," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help