TribunManado/

Rasanya Tak Bosan Naik Gunung Ambang

Pemandangan kawasan leher unta yang bercampur dengan kabut membuat pemandangan di lokasi ini semakin eksotis. Bak sedang berada di dunia lain.

Rasanya Tak Bosan Naik Gunung Ambang
istimewa
Pemandangan saat pendakian di Gunung Ambang. 

Oleh:
Sinta Veronica Watulingas
Mahasiswa, warga Desa Poopo, Bolaang Mongondow

SAYA sudah berkali-kali menginjakkan kaki di Gunung Ambang, yang berada di Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur.

Namun hingga kini tak pernah bosan untuk kembali ke gunung dengan tinggi 1.689 meter di atas permukaan laut ini.

Gunung ini memang tergolong mudah untuk didaki. Medannya tak sesulit Gunung Klabat yang merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara. Bagi pendaki pemula, takkan sulit untuk mengekplorasi gunung ini.

Saya masih ingat betul, bagaimana suasana pagi di Desa Bongkudai Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pintu masuk Gunung Ambang. Hawa dingin ketika hujan, menusuk hingga ke tulang.

Awal perjalanan akan disambut dengan perkebunan holtikuktura warga. Desa ini dan desa sekitar memang dikenal dengan kawasan holtikultura.

Baca: Lokasi Wisata Rumah Pohon di Mooat Makin Ramai Dikunjungi Warga

Baca: Ketua BPK Kagumi Danau Mooat

Mendaki Gunung Ambang.
Mendaki Gunung Ambang. (istimewa)

Berada dekat dengan gunung vulkanis, membuat kawasan Danau Moaat hingga ke Modoinding, Minahasa Selatan, ini bertanah subur.

Menit-menit pertama pendakian, masih dengan medan yang landai. Terus menyusuri, hingga tiba di jalur tanjakan yang curam. Sekitar 60 -70 derajat.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help