TribunManado/

MMS Berada di Luar Rutan, Ini Tanggapan Kejari Kotamobagu

Rumah mewah didominasi warna coklat dengan pagar tembok mengelilingi rumah, nampak pintu gerbangnya terbuka.

MMS Berada di Luar Rutan, Ini Tanggapan Kejari Kotamobagu
TRIBUNMANADO
Marlina Moha Siahaan duduk tenang saat mendengarkan putusan sela di Pengadilan Negeri Manado, foto beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Keluar dari rumah tahanan Malendeng, terdakwa kasus korupsi Tunjangan Pokok Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Marlina Moha Siahaan (MMS) menjadi pembicaraan.

Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu mengatakan pihaknya tidak berkewenangan menanggapi kenapa terdakwa bisa keluar dari rutan Malendeng.

"Kami sudah melaksanakan tugas, eksekusi terdakwa pasca divonis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (tipidkor) Manado pada 19 Juli 2017 ke rutan Malendeng disertai berita acara penahanan diterima rutan Malendeng untuk ditahan," kata Da'wan Manggalupang

Dia katakan keliru jika menyebut Kajari Kotamobagu lepas tangan dengan kasus ini. Da'wan tambah menjelaskan sesuai dengan KUHAP pasal 238 pasal 2 wewenang untuk menentukan penahanan beralih ke Pengadilan tinggi sejak diajukan upaya hukum bandi.

"Nah, sekarang kasusnya kan baik terdakwa dan penuntut melakukan upaya hukum banding," tambahnya.

Dia menambahkan untuk hal-hal administrasi dari Kajari Kotamobagu sudah dilangsungkan.

Terpisah Tribun Manado menyambangi kediaman mantan Bupati Bolmong dua periode ini, di jalan Siliwangi Kelurahan Kotabangon.

Rumah mewah didominasi warna coklat dengan pagar tembok mengelilingi rumah, nampak pintu gerbangnya terbuka. Di dalam ada dua unit mobil terparkir terpisah di garasi rumah, mobil putih pick up di garasi samping kanan rumah dan mobil Mitzubishi warna abu-abu parkiran utama.

"Ibu belum pulang, di Jakarta dengan ADM," ujar seorang pembantu rumah saat disambangi Tribun Manado.

"Saya masuk ini, tidak ada yang tempati hanya orang-orang berjaga-jaga di rumah. Termasuk yang pakai kendaraan di rumah," tambahnya.

Parindo Potabuga, Koordinator pendukung MMS yang sempat menggelar aksi solidaritas 1.000 tanda tangan #SavebundaMMS menjelaskan, bersama seluruh warga Bolaang Mongondow Raya (BMR) sadar dan tau betul fakta sejarah lahirnya empat kabupaten dan satu kota.

"Saya sangat berbesar hati jika bunda MMS bebas dari jeratan hukum," kata Parindo.

Hingga saat ini meski MMS sedang tersandung kasus korupsi, mereka masih setia mendukung. Keikutsertaan MMS dalam acara rakor Golkar adalah bukti loyalitasnya sebagai kader partai berlambang pohon beringin itu.

"Tidak berstatus terdakwa atau sedang menjalani kurungan penjara, beliau hadir karena statusnya bukan tahanan pasca kuasa hukum mengajukan banding. Artinya bahwa keputusan belum inkhra," pungkasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help