TribunManado/

Marlina Moha Hanya 25 Hari di Rutan Malendeng

Terpidana kasus korupsi kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Bolmong Rp 1,2 miliar, Marlina Moha Siahaan hanya 25 har

Marlina Moha Hanya 25 Hari di Rutan Malendeng
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Marlina Moha Siahaan duduk tenang saat mendengarkan putusan sela di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (15/3) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO‑ Terpidana kasus korupsi kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Bolmong Rp 1,2 miliar, Marlina Moha Siahaan hanya 25 hari mendekam di rumah tahanan (rutan) Malendeng, Manado.

Setelah itu, MMS sapaan akrab mantan Bupati Bolmong ini sudah bebas menghirup udara di luar penjara. Hingga terlihat di rapat koordinasi terbatas DPD I Partai Golkar Sulut yang diadakan di Jakarta.

''Jadi MMS lalu di rutan Malendeng statusnya titipan, setelah divonis majelis hakim di PN Manado, '' ujar Kepala Rutan Malendeng, Zainal Fikri kepada Tribun Manado, Kamis (28/9).

Butet sapaan lainnya di vonis Majelis Hakim PN Manado pada 19 Juli 2017, anggota DPRD Sulut ini lima hari setelah vonis, tepatnya 24 Juli 2017 menyatakan banding. Bahkan, pada 13 Agustus 2017 masih sempat makan nasi jaha di Rutan Malendeng.

MMS kemudian sakit dan dirawat di RSUP Malalayang, Manado. Tujuh hari kemudian, tepatnya 21 Agustus 2017, MMS tak dikawal lagi petugas rutan.

"Pada tanggal 21 Agustus dia keluar (tidak dikawal lagi). Kita lepas dia saat dirawat di rumah sakit. Kita tidak mengetahui prosesnya seperti apa. Kita tidak bisa menahan dia," ujar Zainal Fikri.

Sebelumnya Ketua Pengadilan Tinggi Sulut Sudiwardono mengatakan berkas penahanan MMS enggan dia tandatangani karena terlambat dimasukkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui Pengadilan Negeri Manado.

Sedangkan Kepala Pengadilan Negeri Manado Djaniko Girsang melalui Humas Alfi Usup membantah jika berkasnya terlambat dikirim. Ia mengatakan, tidak tahu kenapa Pengadilan Tinggi enggan mengeluarkan surat penahanan.

Kuasa hukum MMS, Chandra Paputungan mengatakan, dia telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sulut atas turunnya putusan Pengadilan Tipikor Manado yang menyatakan kliennya bersalah." Saya telah ajukan banding ke Pengadilan Tinggi, kini tinggal menunggu putusan. Saya pun yakin dia (MMS) akan bebas," ujar Chandra meyakinkan.

Dikatakan Chandra, MMS tidak ditahan, sebab tak ada perintah pengadilan untuk melakukan penahanan. "Klien saya akan tetap kooperatif mengikuti semua proses hukum yang berlaku. Sebaga pejabat, ia akan taat terhadap hukum, tak akan lari," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya MMS ditahan di Rutan Kelas II Melendeng, Manado. Dia harus menjalani masa selama lima tahun penjara. 

Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim Sugiyanto bersama dua anggotanya Halidja Wally dan Emma Ellyani telah menvonis MMS bersalah dan dipenjara selama lima tahun.

Vonis itu lebih tinggi dari tuntutan 4,6 tahun yang diajukan jaksa. Tak sampai di situ, majelis hakim mewajibkan MMS membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 1,2 miliar lebih, ditambah denda Rp 200 juta.(war/dik)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help