Lumentut Berencana Bongkar Halte Bus yang Tak Terpakai

HALTE atau shelter yang mulai dibangun sejak 2005 hing "Halte yang tidak digunakan akan dibongkar. Tapi diawali proses administrasinya," ujar Wali Kot

Lumentut Berencana Bongkar Halte Bus yang Tak Terpakai
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAW
Halte bus yang rusak parah dan terbengkalai 

TRIBUNMANADO.CO.ID-HALTE atau shelter yang mulai dibangun sejak 2005 hingga 2013, kini terbengkalai dan rusak parah. Imbasnya 54 halte yang tersebar di 42 lokasi ini, sebagian besar telah merusak pemandangan di pusat kota.

Sebanyak 39 halte menjadi shelter dari Bus Trans Kawanua yang menjadi kendaraan alternatif yang melayani penumpang di pusat  Kota Manado, sedangkan 15 halte menjadi tempat penumpang menunggu mikrolet.

Pembangunan halte ini tak hanya menggunakan APBD Kota Manado, melainkan khusus shelter Bus Trans Kawanua menggunakan APBN.

"Untuk satu halte Bus Trans Kawanua yang pembuatannya ditangani Dishub Manado biayanya Rp 90 juta tiap shalter. Ada 20 halte yang menggunakan dana APBD Kota Manado," ujar Donald Wilar, Kabid LLAJ Dishub Manado kepada Tribun Manado, Rabu (27/9) siang.

Lanjut Donald, ada 17 halte Bus Trans Kawanua yang dibiayai Kementerian Perhubungan serta dua halte Bus Trans kawanua yang dibuat oleh swasta. Jadi total ada 39 halte. Total anggaran pembuatan saat itu Rp 3.510.000.000.

"Hingga saat ini belum diserahkan ke Pemkot Manado dalam hal ini Dishub Manado. Ini membuat tidak boleh dihapus oleh Pemkot Manado. Kalau untuk renovasi bisa dilakukan," ujar dia.

Sebagian besar halte sudah rusak dan tidak digunakan. Pemerintah Kota Manado berencana melakukan pembongkaran halte yang sudah rusak dan tidak digunakan. "Halte yang tidak digunakan akan dibongkar. Tapi diawali proses administrasinya," ujar Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, kemarin.

Harus dilakukan penghapusan aset. Bisa juga dilakukan penghitungan nilai dengan melibatkan KPKNL Manado. Hanya bagian aset Pemkot Manado mengatakan kemungkinan besar halte rusak hanya memiliki nilai sedikit.

"Kita lihat nanti, apakah biaya pembongkaran lebih besar dari nilai halte. Jika demikian maka lebih baik tidak usah dilelang," ujar Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Manado, Jefri Andris.

Jika nantinya Pemkot Manado akan melelang shelter yang akan dibongkar, maka pengusaha besi tua paling antusias untuk membelinya. Saat ini harga besi tua Rp 1700 per kilogram.  "Perkiraan saya setiap halte beratnya 50 kilogram," ujar Imam, pembeli Besi Tua.

Jika berbahan besi dihargai Rp 1700 per kilogram. Maka setiap halte nilainya Rp 85 ribu. Keseluruhan halte nilainya Rp 3.315.000

Lanjut Imam, jika halte berbahan aluminium harganya bisa hingga Rp 7000 per kilogram. Untuk bahan aluminium harganya Rp 7.000 per kilogram. Artinya Rp 350.000 per halte. Sehingga 39 halte nilainya Rp 13.650.000.(dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved