Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

(Renungan Minggu) Pdt Ireyne Mangala: Kebersamaan dalam Pelayanan

Tidak ada diantara kita yang memiliki kelebihan dan tidak ada kekurangan, begitupun sebaliknya.

Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto (Renungan Minggu) Pdt Ireyne Mangala: Kebersamaan dalam Pelayanan
Facebook
Ketua BPMJ GMIM Kakaskasen Baitel Pdt Ireyne Mangala MTh

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saudara‑saudara yang terkasih dalam Tuhan, ada ungkapan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dengan bersatu atau bersama, kita punya kekuatan, tetapi jika tidak bersatu maka yang ada adalah kelemahan.

Persekutuan orang beriman adalah sarana bagi kita untuk mewujudkan kerjasama, didalamnya ada saling peduli untuk bertumbuh didalam Yesus Kristus. Hanya dengan bekerjasama, maka kita sanggup menantang badai dan menyelesaikan tantangan seberat apapun.

HUT GMIM bersinode ke‑83 akan dirayakan pada tanggal 30 September 2017. Dengan bersatu GMIM dapat menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan, menghadapi tantangan, mampu melawan godaan dan tetap kuat dalam Tuhan. Puji Tuhan GMIM tetap eksis dalam pelayanan.

Agenda besar GMIM di bulan Oktober adalah pemilihan pelayan khusus, karena itu sebagai anggota sidi jemaat, diingatkan untuk memilih dalam iman sesuai terang Firman Tuhan. Termasuk Firman Tuhan dalam bentuk aturan.

Semua yang terkait dengan pemilihan ini, mari saling mendoakan, memelihara hubungan baik, bekerjasama dalam ketaatan kepada Tuhan,  sehingga sinergitas dalam pelayanan, teralami dengan penuh sukacita iman. Seperti halnya diingatkan oleh Rasul Paulus, dimana iman akan bertumbuh, jika lingkungan dimana kita tinggal, ada sinergitas yang baik.

Dalam Kolose 4 : 7 ‑ 18, Rasul Paulus menyampaikan salam dari penjara di Roma. Ia dipenjarakan walaupun tidak melakukan kesalahan.

Salam ini ditujukan kepada orang‑orang yang memiliki rasa kebersamaan atau persatuan dengannya, yakni mereka yang terlibat dalam pelayanannya atau teman sepelayanannya.

Diantaranya, pertama Thikikus dan Onesimus sebagai saudara yang kekasih, hamba yang setia, dan kawan pelayan dalam Tuhan.

Paulus sangat percaya pada mereka, karena itu mereka diberi rekomendasi dari Paulus untuk memberikan penjelasan atas pertanyaan mengenai, ikhwal yang dialami dikala orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, menghadapi ajaran palsu yang menyesatkan. Kehadiran mereka memberi penguatan dan saling menghibur.

Kedua, salam kepada Aristarkus yang ada bersama dia di penjara dan Markus kemenakakan Barnabas, yang sudah dikenal, serta Yesus yang dinamai Yustus untuk menasehati Jemaat Kolose, agar tidak sembarangan menerima ajaran, karena begitu banyak ajaran sesat yang mau merusak indahnya persekutuan Jemaat Kolose (Ayat 10‑11).

Ketiga, Paulus menyampaikan salam dari ketiga teman yang tidak bersunat untuk tetap mendukung pekerjaan penginjilan, bergumul dalam doa, agar jemaat berdiri teguh sebagai orang‑orang yang dewasa, dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah (Ayat 12‑14).

Keempat, Rasul Paulus menyampaikan salam juga kepada jemaat sekitar Kolose untuk bekerjasama dalam iman dengan demikian ada kerjasama, diantara jemaat yang saling terkait untuk menciptakan pelayanan dan pemahaman bersama memelihara iman jemaat.

Kelima, Paulus menasehati Arkhipus supaya memperhatikan pelayanan yang telah ia terima, dan dalam Tuhan menjalankan pelayanan sepenuhnya (Ayat 17).

Saudara‑saudara yang kekasih dalam Tuhan, Kolose 4 : 7 ‑ 18, mengingatkan kita untuk sungguh‑sungguh memelihara kebersamaan dan persekutuan dalam Tuhan.

Saat ini ada banyak ajaran palsu dan sesat disekitar kita. Menghadapinya marilah kita terus bersatu dan bekerjasama dalam Tuhan, dalam ajaran yang benar dan sehat yang diterima.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved