TribunManado/

Edisi Minggu Entrepreneurship

Cara Topas Amurang Bertahan Selama 30 Tahun, Tempat Nongkrong Warga Biasa, Pejabat Hingga Artis

"Setiap berkunjung ke Amurang atau melintas pasti sempatkan singgah makan dan membeli pia atau biapong di Kios Topas Amurang,"

Cara Topas Amurang Bertahan Selama 30 Tahun, Tempat Nongkrong Warga Biasa, Pejabat Hingga Artis
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Suasana Kios Topas, Amurang, pada Sabtu (23/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Topas, sebuah kios di pusat Kota Amurang, Minahasa Selatan, seperti sudah menjadi ikon. Keberadannya mulai mengakar hingga ke generasi kedua.

Sebagian besar masyarakat Minsel memang tak asing dengan kios ini. Tak sedikit pula warga di luar Minsel yang mengenalnya.

Topas dibuka pada 1986 oleh Karel Frans Limtungan atau yang dikenal sebagai Ko Akeo di lingkungan sekitarnya. Lanny Mokoginta atau Ci Lan, istri Ko Akeo, juga mempunyai keahlian dalam membuat berbagai macam minuman es serut.

Resep turunan dan usaha yang dijalani penuh dengan dedikasi membuat Topas berkembang dan tetap membuka pintunya sampai sekarang.

Berlokasi di kompleks pertokoan Amurang, Topas memang memiliki banyak pelanggan setia. Selain warga setempat, juga warga Manado dan Kotamobagu.

Berbeda dengan kios atau warung kopi lainnya, Topas punya ciri khas karena sekaligus menjadi tempat wisata kuliner.

Menikmati kopi, kopi susu, atau teh hangat serasa tidak lengkap tanpa ditemani bakpau atau disebut biapong oleh orang-orang lokal Sulut.

Biapong ba (berisi daging babi), biapong temo (kacang hijau), pia ba, dan pia temo bisa menjadi teman santai atau berbincang.

Kekhasan sajian itu ada pada proses pembuatannya. Biapong dan pia dibuat sendiri di Topas. Kualitas rasa menjadi andalan.

Halaman
123
Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help