News Analysis

Polemik UKIT, Dr Meiske Rinny Liando: Harus Ada Kesadaran dan Kerendahan Hati

UKIT sebagai perguruan tinggi milik GMIM, tak hanya menjadi wadah bagi warga jemaat untuk menuntut ilmu dan membentuk moral.

Polemik UKIT, Dr Meiske Rinny Liando: Harus Ada Kesadaran dan Kerendahan Hati
TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA
Dr Meiske Rinny Liando SPd MPd 

Dr Meiske Rinny Liando SPd MPd
Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Unima
Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pasca Sarjana Unima

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keberadaan UKIT sangat strategis dan penting untuk Sulut khususnya dan Indonesia pada umumnya, untuk mendidik, membina, serta menghasilkan generasi penerus pembangunan yang bertanggungjawab.

UKIT sebagai perguruan tinggi milik GMIM, tak hanya menjadi wadah bagi warga jemaat untuk menuntut ilmu dan membentuk moral berkarakter unggul, tapi oleh warga Sulut dan Indonesia pada umumnya. Keberadaan UKIT harus terus dipertahankan di Bumi Nyiur Melambai.

Persoalan UKIT yang kini telah terbelah menjadi tiga poros, yakni di bawah kepemimpinan Rektor UKIT YPTK Pdt Dr Richard Siwu, Rektor UKIT Ds AZR Wenas yang kini dipimpin oleh Jopie Pangemanan dan Sandra Korua, harus segera dituntaskan agar menjadi satu lagi.

Semua pihak, mulai dari BPMS GMIM, yayasan, dan civitas UKIT harus duduk bersama untuk berkomunikasi mencari jalan keluar terbaik. Tak boleh ada yang berpikiran negatif terlebih dahulu, bahwa ada oknum-oknum tertentu yang ingin jabatan atau memimpin UKIT untuk kepentingannya sendiri atau kelompok. Tapi, harus dengan kerendahan hati dan kesadaran tinggi, menyadari bahwa pentingnya UKIT dipertahankan eksistensinya.

Sebagai warga GMIM, saya yakin UKIT ke depan bisa tumbuh besar. Sebab, jika kita mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kepintaran sendiri, pasti akan ada jalan keluar untuk masalah berat apapun yang dihadapi seperti saat ini.

Singkirkan egoisme pribadi dan kelompok untuk mencari keuntungan dan jabatan sesaat.

Pikirkan masa depan UKIT yang lebih cerah ke depan, sebagai sarana bagi warga jemaat untuk menimba ilmu.

Jangan pernah korbankan kepentingan orang banyak, baik mahasiswa, dosen, dan jemaat itu sendiri hanya demi mewujudkan kepentingan pribadi. (Tribun Manado/Warstef Abisada)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved