TribunManado/

Jelang Pemilihan, Beberapa Pasal di Juklak Tuai Pro Kontra di Jemaat

Proses pemilihan pelayan khusus (pelsus) GMIM yang akan diadakan 13 dan 15 Oktober 2017 diperkirakan akan lebih ketat dibanding empat tahun lalu.

Jelang Pemilihan, Beberapa Pasal di Juklak Tuai Pro Kontra di Jemaat
Kantor Sinode GMIM 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses pemilihan pelayan khusus (pelsus) GMIM yang akan diadakan 13 dan 15 Oktober 2017 diperkirakan akan lebih ketat dibanding empat tahun lalu.

Pasalnya, ada beberapa pasal di petunjuk pelaksanaan (juklak) yang menuai pro kontra di jemaat.

Di antaranya yang ramai diperdebatkan saat ini adalah pelarangan

jemaat yang telah menjalani cerai hidup menjadi calon pelayan khusus.

Sejumlah pihak menuding aturan ini tak fair.

"Misalnya ada janda yang diceraikan suaminya yang selingkuh, janda itu sendiri seorang yang saleh namun tidak bisa berbuat apa‚ÄĎapa saat diceraikan, dan ia punya minat melayani Tuhan apakah dilarang," kata Hans, seorang pelsus di Minut.

Hans mengatakan, banyak kasus perceraian yang memposisikan seseorang sebagai korban.

Dalam kasus tersebut, kata dia, Gereja harus arif.

"Pendeta pun ada yang istrinya selingkuh kemudian menggugat cerai pasangannya. Apakah si pendeta itu telah kehilangan kesempatan untuk menyebarkan injil," ujarnya mempertanyakan.

Hanny Kumontoy, Wakil Ketua Jemaat GMIM Musafir Paniki Baru mengatakan, aturan itu memang menjadi pro kontra.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help