Prahara UKIT Tak Kunjung Usai! Hendra Pulang Kampung, Meiske Rondonuwu: Pasti Ada Jalan Keluarnya!

Prahara di UKIT Tomohon berdampak bagi mahasiswa. Ini karena adanya sanksi Kemenristek Dikti RI, imbas adanya dualisme Rektor UKIT.

Prahara UKIT Tak Kunjung Usai! Hendra Pulang Kampung, Meiske Rondonuwu: Pasti Ada Jalan Keluarnya!
TribunManado/Kolase
DR Meiske Rondonuwu (Dosen Unima) dan Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Prahara di UKIT Tomohon berdampak bagi mahasiswa.

Misalnya, mahasiswa belum mengantongi ijazah, meski telah menuntaskan seluruh perkuliahan dan telah ujian komprehensif.

Ini karena adanya sanksi Kemenristek Dikti RI, imbas adanya dualisme Rektor UKIT.

Hendra Tuliu, mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA UKIT Yayasan Ds AZR Wenas mengaku hingga kini tak bisa melanjutkan studi.

''Hingga kini saya belum menerima ijazah karena belum di wisuda meski sudah menuntaskan studi. Saya kini tak bisa berbuat banyak, untuk melanjutkan studi pun tak bisa karena tak ada ijazah,'' kata Hendra mulai kuliah di UKIT sejak tahun 2011.

Sambil menunggu di wisuda, Hendra kadang pulang ke kampung halamannya di Langowan untuk bekerja.

Dampak dari konflik di UKIT tak hanya dirasakan Hendra seorang diri, tapi teman‑teman yang lain.

''Teman‑teman saya juga merasakan imbasnya, mereka yang ingin mengikuti seleksi CPNS tak bisa ikut, karena takut ijazah belum ada. Mestinya sudah di wisuda bulan September ini, tapi belum juga,'' ujarnya.

Ia berharap, konflik di UKIT cepat diselesaikan oleh BPMS GMIM sesuai dengan ketentuan perundang‑undangan yang berlaku.

''Dari Sinode GMIM harus menuntaskan masalah di UKIT sesuai aturan, agar tak muncul konflik lagi dikemudian hari,'' tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved