Ikuti Aturan BI, BCA Turunkan Tarif Isi Ulang Saldo Uang Elektronik Maksimal Rp 1.500

PT Bank Central Asia Tbk menyatakan akan memerintahkan agen dan toko usaha menurunkan tarif isi saldo uang elektronik Flazz menjadi maksimum Rp 1.500

Ikuti Aturan BI, BCA Turunkan Tarif Isi Ulang Saldo Uang Elektronik Maksimal Rp 1.500
Eko Sutriyanto/Tribunnews.com
Presdir BCA, Jahja Setiaatmadja 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PT Bank Central Asia Tbk menyatakan akan memerintahkan agen dan toko usaha menurunkan tarif isi saldo uang elektronik Flazz menjadi maksimum Rp1.500 dari tarif antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 yang selama ini dikenakan.

"Kami minta mereka sesuaikan tarifnya dengan peraturan Bank Indonesia," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Kamis (21/9).

Pengisian saldo lewat agen dan penjual termasuk transaksi off us atau melalui mitra, yang mencakup pasar swalayan dan pedagang ritel lain serta kanal pembayaran milik bank penerbit kartu berbeda.

Sementara, untuk transaksi on us, melalui ATM dan Kantor Cabang BCA, Jahja mengatakan akan mengikuti ketentuan tarif isi saldo empat Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN."Nanti (yang on us) kita samakan saja dengan Bank BUMN," ujar dia.

Sebelum ada Peraturan Anggota Dewan Gubernur BI mengenai biaya isi saldo uang elektronik, Jahja menjelaskan, BCA sudah menggratiskan biaya isi saldo melalui on us.

Adapun mengenai transaksi off us, sebelumnya Ketua Umum Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) Maryono mengatakan akan membebaskan biaya isi saldo uang elektronik.

"Empat bank yang tergabung dalam Himbara semua sepakat biaya isi saldo ini adalah kita berikan suatu kebebasan," kata Maryono, yang juga Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN).

Maryono mengatakan ketentuan resmi dari empat bank milik pemerintah akan menunggu penjelaskan resmi dari Bank Indonesia soal ketentuan biaya isi saldo uang elektronik.

Anggota Himbara lainnya, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajapto mengatakan akan mengoptimalkan layanan teknologi guna mengurangi beban biaya perbankan supaya bisa menggratiskan biaya isi saldo

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help