Pengoperasian Kapal Roro, Terhalang Regulasi Pembatasan Impor

PERSOALAN Kapal Roro yang tak lagi beroperasi hanya satu di antara akibat yang ditimbulkan dari regulasi yang belum pro investasi.

Pengoperasian Kapal Roro, Terhalang Regulasi Pembatasan Impor
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID-PERSOALAN Kapal Roro yang tak lagi beroperasi hanya satu di antara akibat yang ditimbulkan dari regulasi yang belum pro investasi. Pasalnya, tak mudah merevisi aturan, apalagi menyangkut ekspor dan impor.

Darwis Muksin Kepala bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut mengatakan, regulasi yang dimaksud yakni Permendag nomor 87 tentang pembatasan impor.

"Yang diperbolehkan masuk di Bitung cuma pakaian, elektronik dan makanan ringan," ujarnya, Senin (18/9).

Jika impor dibuka tak hanya Filipina yang terbuka konektivitasnya melainkan seluruh dunia. Selain itu, bicara impor harus diimbangi dengan ekspor agar perdagangan surplus."Masa hanya impor, harus ekspor juga, '' ujarnya.

Untuk merevisi Permendag harus diteliti hati‑hati."Di Jakarta kan ada pusat penelitian masalah ekspor impor. Jangan kita buka impor, malah lebih banyak impor. Padahal ekspor juga harus banyak,'' ujarnya.

Dari Negara Filipina potensial impor misalnya buah‑buahan dan makanan ternak."Dari Filipina ada produk Mangga hebat, kalau Pisang tidak, karena di Sulut banyak," katanya.

Khusus ekspor Sulut ke Negera Filipina ada semen, dan furniture. Tapi, Filipina juga tak mau hanya Sulut yang melakukan ekspor, melainkan harus berimbang dengan Impor. Hal ini harus dibicarakan karena menyangkut hubungan bisnis to bisnis.

Pertimbangannya juga tidak semua impor bisa dibuka kecuali di Jakarta dan Surabaya."Kalau di Jawa banyak impor bisa di deliver kemana‑mana," ujarnya.

Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, kemudian mencari solusi bersama mengatasi persoalan ini.(ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved