TribunManado/

Persaingan Calon di Pilkada Bolmut 2018 Bakal Ketat, Ini Kata Pengamat Politik Unsrat

Sebab calon-calon yang diprediksi akan maju, sudah dikenal luas dan telah berbuat banyak untuk kemajuan masyarakat.

Persaingan Calon di Pilkada Bolmut 2018 Bakal Ketat, Ini Kata Pengamat Politik Unsrat
Kolase Tribun Manado
Hamdan-Suriansyah-Karel-Depri 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dosen FISIP Unsrat, Donald Monintja mengatakan pertarungan untuk menjadi kepala daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 2018 akan sangat ketat.

Sebab calon-calon yang diprediksi akan maju, sudah dikenal luas dan telah berbuat banyak untuk kemajuan masyarakat.

Depri Pontoh misalnya. Sebagai bakal calon petahana, Depri kini sangat kuat, sebab berada dipusaran kekuasaan dengan menjabat sebagai bupati.

Dukungan masyarakat dan jajaran birokrat terhadap dirinya, tak perlu diragukan, sebab telah banyak berbuat untuk kemajuan daerah selama memimpin.

Bakal calon lainnya, yakni Hamdan Datunsolang juga tak kalah kuatnya. Meski tak lagi menjabat kepala daerah, namun sosoknya sulit dilupakan masyarakat.

Banyak keberhasilan yang ditorehkannya dalam membangun daerah dan mensejahterakan rakyat, ketika menjadi Bupati Bolmut. Dukungan masyarakat yang fanatik terhadap Hamdan, tak luntur, sebab selama ini pasti ia melakukan konsolidasi hingga ke akar rumput.

Bakal calon lainnya, Suriansyah Korompot dan Karel Bangko, juga tak boleh diremehkan. Keduanya memegang jabatan strategis yakni sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPRD Bolmut. Sudah pasti dukungan dari masyarakat juga mengalir untuk mereka berdua.

Untuk bisa menang pada pilkada nanti, tergantung dari siapa calon wakil yang akan diambil. Jika salah meminang dan menentukan calon wakil pada pilkada, maka bisa menjadi ancaman bahaya bagi calon kepala daerah. Dukungan masyarakat yang akan menggunakan hak suara pasti berkurang.

Maka kejelian dari calon kepala daerah untuk memilih calon yang tepat sangat dibutuhkan. Misalnya, perlu dipertimbangkan keterwakilan daerah yang menjadi basis pemilih, dicintai masyarakat, serta mampu bekerjasama hingga akhir masa jabatan untuk membangun daerah.

Peran partai pengusung dan pendukung juga akan berpengaruh. Jika full berjuang untuk memenangkan calon yang didukung, maka akan lebih mudah meraih kemenangan. Namun jika setengah hati atau memasang jurus dua kaki, maka sulit meraih dukungan signifikan dalam memenangkan hati rakyat di pilkada 2018. 

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help