TribunManado/

Aksi Teatrikal Meriahkan Launching Pilkada Minahasa, Ini kata Ketua KPU RI

"Terinspirasi dari almarhum Husni Kamil Manim, tema ini menjadi inti bahwa Minahasa memiliki posisi penting, dan demokrasi awalnya dari Minahasa,"

Aksi Teatrikal Meriahkan Launching Pilkada Minahasa, Ini kata Ketua KPU RI
ISTIMEWA
Launching pilkada Minahasa 2018 pada Jumat (15/9/2017) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Arief Budiman terkesan aksi teatrikal yang dimainkan saat launching tahapan pemilihan kepala daerah Minahasa, Jumat (15/9/2017) lalu.

Ada dua agenda yang dilaksanakan pada peluncuran tersebut yaitu sosialisasi pendidikan pemilih pentas seni budaya, dan sosialisasi tahapan dan peluncuran tahapan.

Peluncuran tahapan tersebut dilaksanakan ditandai dengan dilakukan pemukulan pentungan oleh ketua KPU RI Arief Budiman, disaksikan oleh Ketua KPU Sulut Yessy Momongan, KPU Minahasa, KPU Tangerang, Bupati Minahasa Jantje Sajow dan wakilnya, DPRD Minahasa, Bawaslu Sulut, Panwaslu Minahasa, Polres Minahasa, Tomohon, dan Manado, Kodim 1302 Minahasa, Kodim 1309 Manado, serta tamu undangan lain yang terkait dengan Pemilu.

Pada kesempatan tersebut ditampilkan aksi teatrikal yang bertajuk pesona Minahasa pioner demokrasi Indonesia. Pertunjukkan teater tersebut menarik perhatian yang hadir.

"Kami apresiasi luar biasa, itu merupakan tontonan luar biasa potret luar biasa gambaran pemilu di Indonesia, kalau dipertontonkan di tingkat nasional, saya yakin bisa menjadi inspirasi para calon untuk berkompetisi kredibel, akuntabel dan berintegritas," jelas Ketua KPU RI.

Ia menjelaskan, bahwa Pilkada saat ini menjadi pertaruhan besar apakah kita mau dan mampu melaksanakan tugas untuk membuat Pilkada jauh lebih baik.

"Pilkada tahun 2018 merupakan Pilkada yang melibatkan pemilih terbanyak, semua akan bertarung, dan disinilah KPU akan dilihat kredibel atau tidak, Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan serentak," jelasnya.

Ia juga mengatakan sementara mengusulkan untuk perubahan per TPS hanya 300 pemilih, supaya kerja tidak sampai pagi.

"Apakah kita bisa tahan energi dari jam 7 sampai pukul 4 pagi, makanya sementara diusulkan untuk 300 pemilih per TPS," jelasnya

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help