TribunManado/

ICW Rilis 10 Daerah di Sulut Berpotensi Curang dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Di Sulawesi Utara ada 10 daerah yang memiliki rata-rata skor potensi kecurangan tertinggi dalam pengadaan barang dan jasa tahun 2017.

ICW Rilis 10 Daerah di Sulut Berpotensi Curang dalam Pengadaan Barang dan Jasa
(Shutterstock)
Ilustrasi korupsi 

MANADO, TRIBUN - Di Sulawesi Utara ada 10 daerah yang memiliki rata-rata skor potensi kecurangan tertinggi dalam pengadaan barang dan jasa tahun 2017.
Demikian disampaikan Muhammad Abas dari Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM) pada pemaparannya pada Launching Tren Pengadaan Barang dan Jasa Sulut di Hotel Prince Manado, Kamis (14/9) siang yang digelar Indonesia Coruption Watch (ICW) bekerjasama dengan Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM).
10 daerah itu di antaranya Bolmut, Mitra, Boltim, Bitung, Bolmong, Sangihe Talaud, Minsel, Minahasa, Tomohon dan Manado. "Itu sesuai data dari ICW dari Opentender.net," ujar Abas.
Pada akhir pemaparannya ada beberapa kesimpulan. Di antaranya pemerintah pusat dan daerah belum menjalankan mandat Presiden yang mengharuskan pengadaan barang dan jasa pemerintah 100 persen melalui pengadaan elektronik.
Baru sekitar 44 persen dari pengadaan secara nasional yang menggunakan pengadaan elektronik.
Untuk itu ada beberapa rekomendasi yang disampaikan yaitu mendorong pemerintah pusat maupun daerah dalam hal menyusun perencana yang lebih presisi.
Penggunaan pengadaan elektronik dalam setiap pengadaan yang dilakukan.
Menerapkan sanksi bagi pemerintah pusat dan daerah yang belum melaksanakan pengadaan elektronik 100 persen.

Pemerintah khususnya inspektorat dan pengawas eksternal, perlu mempertimbangkan penggunaan opentender.net untuk melihat potensi kecurangan dalam pengadaan barang maupun jasa.
Pada launching yang dihadiri oleh unsur pemerintah, organisasi masyarakat dan para jurnalis ini sebagai pemateri juga Sigit Wijaya dari Divisi Kampanye Publik Indonesia Corruption Watch (ICW). (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help