TribunManado/

Hasil Uji Forensik, DNA Bayi dari Bocah Korban Perkosaan Tak Sesuai dengan Terdakwa

Bocah perempuan itu tidak sadar bahwa dia melahirkan seorang bayi. Sepanjang kehamilan, ia menyangka bahwa ada batu besar di dalam perutnya.

Hasil Uji Forensik, DNA Bayi dari Bocah Korban Perkosaan Tak Sesuai dengan Terdakwa
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW DELHI - Polisi India membuka kembali kasus pemerkosaan atas bocah perempuan berusia 10 tahun setelah uji forensik menyatakan bahwa sampel DNA bayinya tidak sesuai dengan pamannya yang didakwa memperkosanya.

Setelah Mahkamah Agung (MA) menolak memberikannya izin untuk aborsi, bocah itu melahirkan seorang bayi perempuan bulan lalu.

Bocah perempuan itu tidak sadar bahwa dia melahirkan seorang bayi. Sepanjang kehamilan, ia menyangka bahwa ada batu besar di dalam perutnya.

Dia diduga diperkosa berulang kali oleh pamannya sepanjang tujuh bulan.

Tersangka, yang berusia 40-an tahun, sudah ditahan dan menjalani proses persidangan yang khusus berurusan dengan kejahatan terhadap anak-anak.

Saat ini pamannya berada di penjara dan tidak memberikan pernyataan apapun sejauh ini.

Pertanyaan besar

Wartawan BBC di New Delhi mengatakan, hasil tes DNA saat ini menimbulkan pertanyaan besar apakah bocah itu telah diperkosa oleh orang lain.

Ayah bocah itu sebelumnya mengatakan ke BBC, tersangka tidak menolak tuduhan yang dijatuhkan kepadanya. Polisi mengatakan bahwa pamannya telah mengakui tuduhan itu.

"Sejauh ini belum ada yang berpikir akan kemungkinan yang lain,” seorang petugas yang terlibat dalam penyelidikan itu ke BBC pada Rabu (13/9/2017).

Halaman
123
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help