TribunManado/

Apa itu Sekolah Sungai?

Skeptisme muncul, beserta satir, melahirkan pertanyaan, apakah sekolah sungai berarti mandi di sungai atau bersenang senang ?.

Apa itu Sekolah Sungai?
ARTHUR ROMPIS
sosialisasi sekolah sungai oleh Walikota Bitung Max Lomban dan Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri di kuala bir, Selasa (12/9). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG- Sekolah sungai, apa itu ?.Pertanyaan itu muncul dibenak, Ari, siswa salah satu SMP di Bitung saat ditunjuk sebagai peserta sekolah sungai.

Skeptisme muncul, beserta satir, melahirkan pertanyaan, apakah sekolah sungai berarti mandi di sungai atau bersenang senang ?.

Arti sekolah sungai diketahui Ari saat dirinya mengikuti sosialisasi sekolah sungai oleh Walikota Bitung Max Lomban dan Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri di kuala bir, Selasa (12/9).
Berada di kuala, merasakan sibakan air sungai pada kakinya, ia meresapi
makna dari sekolah itu.

"Kita jadi paham tentang sungai, cinta lingkungan, menebarkan semangat cinta lingkungan, memberikan gagasan baru tentang penyelamatan lingkungan, pendeknya semua yang kita lakukan adalah untuk kelangsungan kota ini yang bertumpu pada sungai, kitalah pahlawan kota ini," kata dia.

Awalnya, sungai baginya hanyalah sebuah tempat berair yang bermuara di laut, seperti tertulis dalam buku teori.
Kini, sungai sesuatu yang dekat dengannya, yang menentukan kelangsungan hidup suatu kota, dan demikian adalah masa depannya.

Walikota Bitung Max Lomban didampingi Wakil Walikota Bitung Maurits
Mantiri membuka kegiatan sosialisasi sekolah sungai kota Bitung di kuala bir Girian, Selasa (12/9).
Pada kesempatan itu Lomban mengukuhkan komunitas sekolah sungai yang terdiri dari siswa SMP N 2 Bitung, SMP Bukit Kasih Girian

Permai, SD GMIM 23 Girian dan mahasiswa STIE PETRA Bitung.
Lomban menuturkan, sekolah tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian siswa terhadap kebersihan sungai.

"Saat ini sungai banyak yang kotor, jadi tempat buang sampah, buang limbah,
jadi sangat perlu masyarakat

yang sadar, yang paling pas untuk tugas ini adalah generasi muda, merekalah masa depan kita," beber dia.
Dikatakan Lomban, dengan pengertian mendalam akan sungai, ia berharap para siswa ini juga akan memahami sistem mitigasi bencana di sungai.

Sementara Wawali Maurits Mantiri berharap komunitas ini akan menghasilkan virus bersih sungai yang nantinya akan menyebar ke seluruh generasi muda.
"Ini adalah hal yang bagus," kata dia.

Nantinya kata Maurits, akan dibentuk pula sekolah laut, hutan dan gunung untuk membentuk kecintaan siswa Bitung pada lingkungannya.

Kaban BPBD Frangki Ladi membeber, setelah sosialisasi,
para siswa akan didata kemudian mendapat pelatihan selanjutnya.

"Kemudian dia mendapat sertifikat, mereka lantas jadi corong serta bisa memberi masukan ke pemerintah mengenai soal penyelamatan lingkungan hidup," beber dia.

Dikatakan Ladi, pendidikan sungai berlangsung di sekolah masing masing dalam bentuk pendidikan tambahan atau ekstrakurikuler.(art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help