TribunManado/

Ini Keresahan Petani Penggarap Lahan HGU di Bolmong

Skiver Laleno, terbayang-bayang bagaimana jika pemerintah telah menggunakan lahan Hak Guna Usaha yang sekarang sedang ia garap.

Ini Keresahan Petani Penggarap Lahan HGU di Bolmong
FINNEKE WOLAJAN
Skiver Laleno 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Skiver Laleno, terbayang-bayang bagaimana jika pemerintah telah menggunakan lahan Hak Guna Usaha yang sekarang sedang ia garap. Skiver yang adalah petani penggarap ini sudah puluhan tahun menanam di lahan HGU Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.

Skiver adalah Sangadi di Desa Lolak II, Kecamatan Lolak. Desa ini dihuni 173 kepala keluarga yang hampir semua adalah petani penggarap di lahan HGU. Ada 660 hektar lahan HGU di desa ini.

Dulunya desa ini adalah lahan HGU semua. Namun setelah penduduk mulai banyak, akhirnya pemerintah mengabulkan 120 hektar untuk menjadi pemukiman warga yang umumnya transmigran asal Sangihe ini.

Skiver saja sudah generasi keenam di desa ini yang memang sejak awal menggarap lahan HGU. Petani di desa ini menanam jagung. Ada delapan kelompok tani di desa ini. Yang setiap waktu mendapat bantuan tiga ton jagung.

"Bayangkan saja kalau kami tak lagi menanam, mau diapakan tiga ton jagung itu. Tentu mengurangi produksi jagung di Bolmong. Tapi yah mau bagaimana lagi, kami hanya menumpang. Semoga ada solusi nanti," ucapnya.

Seperti halnya Skiver, hal yang sama juga dialami Os Mamonto, petani penggarap lainnya. Semenjak kawasan Pemkab Bolmong di Lolak belum ada, ia sudah menanam jagung di situ.

Saat ini pun, ia masih menanam. Meski lahannya sudah mengecil karena ada pembangunan kantor. Os mengaku tetap siap jika suatu saat nanti lahan akan dipakai untuk pembangunan.

"Sudah harus keluar. Kan hanya pinjam. Sudah belasan tahun saya menanam di sini. Tapi kalau untuk pemerintah saya kasi, tapi kalau pakai untuk perseorangan lainnya, tunggu dulu. Saya pasti takkan kasi," ucapnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help