TribunManado/

BI Batasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Pembayaran Elektronik, Maksimal 20 Persen

Bank Indonesia (BI) menegaskan kepemilikan asing di perusahaan pembayaran elektronik maksimal sebesar 20%.

BI Batasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Pembayaran Elektronik, Maksimal 20 Persen
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Indonesia (BI) menegaskan kepemilikan asing di perusahaan pembayaran elektronik maksimal sebesar 20%.

Hal ini menjawab rencana raksasa e-commerce China Alibaba yang ingin masuk ke Gojek yang memiliki platform pembayaran Gopay.

Ida Nuryanti Direktur pada Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI bilang berdasarkan peraturan BI (PBI) kepemilikan asing di bidang pembayaran elektronik maksimal 20%.

"Ada aturan dalam PBI pemrosesan transaksi pembayaran dimana kepemlikan asing maksimal 20%," kata Ida, Senin (11/9).

PBI No. 18/40/PBI/2016 tentang pemrosesan transaksi pembayaran ini mengatur empat kegiatan terkait pengelolaan data yaitu prinsipal, switching, kliring dan settlement.

Punky Purnomo Wibowo, Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan BI bilang dalam aturan PBI ini dengan jelas mengatur mekanisme, instrumen, infrastruktur dan kelembagaan terkait penyelenggaraan jasa sistem pembayaran.

Aturan e-wallet menurut Punky juga masuk ke dalam PBI ini. Selain aturan PBI yang mengatur e-payment diatas, untuk mengatisipasi startup yang ingin masuk ke sistem pembayaran atau teknologi finansial atau tekfin (fintech). BI akan mengeluarkan peraturan khusus terkait ini.

Peraturan khusus ini terkait penyelenggaraan teknologi finansial. Nantinya aturan ini akan menjadi payung hukum bagi penyelenggaraan tekfin di Indonesia.

Punky bilang terkait kepemilikan dan penyelenggaraan tekfin ini, saat ini BI belum memiliki aturan khusus.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help