TribunManado/

Pemkab Bolmong Batasi Pembangunan Ritel

Stenri Kastilong, Sangadi Desa Lalow, Lolak menolak pembangunan ritel di desanya. Ia khawatir usaha warung warganya tak akan laku lagi.

Pemkab Bolmong Batasi Pembangunan Ritel
Tribun Manado
ilustrasi ritel 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Stenri Kastilong, Sangadi Desa Lalow, Lolak menolak pembangunan ritel di desanya. Ia khawatir usaha warung warganya tak akan laku lagi.

Namun Stenri tak akan terus menerus menolak ritel di desanya yang berada di jalan trans sulawesi, dekat dengan perkantoran Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Tak mungkin saya terus menerus menolak pembangunan ritel ini. Saya menunggu hingga warga desa saya siap dengan keberadaan ritel ini," ujarnya Minggu (10/9).

Stenri punya alasan. Saat ini hampir semua warga desanya meminjam uang di bank dan membuka usaha warung. Jika ritel dibangun, ia khawatir warganya tak bisa membayar kredit bank.

"Mereka angkat uang di bank dan buka warung. Makanya setiap pertemuan saya ingatkan, segera lunasi tagihan bank itu," ujarnya.

Stenri pun akan membuka tangan untuk pembangunan ritel, jika masyarakat tak lagi berutang pada bank. Ia mengakui, keberadaan ritel menjadi benih pembangunan di Lolak.

"Mereka sudah tawarkan bangun, tapi saya tolak. Memang lokasinya strategis. Nanti saja kalau warga saya sudah selesaikan tagihan bank," ucapnya.

Data di Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong, ada 22 ritel yang tersebar di hampir semua wilayah. 11 Alfamart dan 11 Indomaret. Saat ini pemerintah menghentikan penambahan ritel di Bolmong.

"Permen Perdagangan Nomor 70 tentang penataan dan pengelolaan pasar. Di sini tertulis swasta bisa bangun pasar, tapi harus sesuai dengan kondisi daerah," ujarnya.

Jika pasar swasta seenaknya berdiri di mana-mana, usaha mikro warga terancam. Sehingga turunlah peraturan menteri ini, yang akan ditindak lanjuti lewat perda dan perbup.

"Nanti akan ada perda dan perbup. Yang pasti untuk saat ini masih 22 ritel, belum akan ditambah. Kita akan evaluasi untuk ke depannya," ujarnya.

Keberadaan dua ritel di Lolak sangat membantu masyarakat. Setiap waktu, selalu saja ada warga yang membeli di sini. Ritel ini buka hingga pukul 12 malam. Warga senang belanja di sini karena semua sudah tersedia. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help