TribunManado/

4 Tahun Modali Pekerja Tambang, Kini Wuisan Pilih Mundur, Ini Penyebabnya

Kurang lebih 17 tahun tambang emas Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minut beroperasi.

4 Tahun Modali Pekerja Tambang, Kini Wuisan Pilih Mundur, Ini Penyebabnya
KOMPAS.COM/RONNY BUOL
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kurang lebih 17 tahun tambang emas Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut) beroperasi.

Diperkirakan ribuan orang menggantungkan nasib dari kekayaan alam dalam perut bumi itu.

Bisnis tambang butuh modal besar. Hanya segelintir yang sukses dan menjadi kaya raya.

Namun ada juga yang bangkrut atau memih mundur sebelum harta ludes.

Struktur pengolahan tambang rakyat di Tatelu terdiri dari tuan tanah, penunjang dan pekerja.

Tuan tanah istilahnya tuan lubang, orang yang punya tempat menambang, lalu penunjang yang membiayai operasional sementara pekerja yang menambang atau turun ke lubang menambang batu rep, bebatuan yang berisi kandungan emas.

Struktur ini kemudian disebut sebagai kongsi.

Ada bagi hasil antara tuan tanah dan penunjang serta pekerja.

Yori komo pekerja di Tambang Tatelu mengatakan, pembagian dari kongsi yang ada sekarang berlaku sistem 13‑3. Sistem ini merupakan pembagian batu rep yang dikemas dalam karung.

Dalam setiap 13 karung yang diperoleh, 10 untuk penunjang dan 3 karung untuk tuan lubang.

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help