TribunManado/

30 Warga Masata Balik Ke Lahan KEK

"Tak tersembunyi kuasa Allah, orang lain ditolong, saya juga". Nyanyian itu dikidungkan belasan orang dari sebuah gubuk di lahan KEK Bitung Keluraha

30 Warga Masata Balik Ke Lahan KEK
TRIBUNMANADO GRAFIS/YUDIAWAN NUGRAHA
Grafis sejumlah mega proyek di Sulawesi Utara mulai dari Ring Road II, Tol Manado-Bitung, serta Kawasan Ekonomi Khusus. Foto ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG- "Tak tersembunyi kuasa Allah, orang lain ditolong, saya juga".

Nyanyian itu dikidungkan belasan orang dari sebuah gubuk di lahan KEK Bitung Kelurahan Sagerat Kecamatan Matuari Kota Bitung, Minggu (10/9) sore.

Belasan orang itu adalah korban penggusuran lahan KEK beberapa waktu lalu yang balik lagi ke lahan mereka semula setelah sempat menempati Rusunawa Bitung.Sedianya, itu arisan antar warga korban penggusuran.
Namun arisan uang itu berubah jadi arisan air mata.

"Warga mengumpulkan segenap duka, membaginya, untuk memberi kekuatan bagi yang lemah, ini ajang untuk menguatkan iman kami sambil mengharap pertolongan Tuhan," kata seorang warga yang memimpin doa.

Kehidupan warga korban penggusuran KEK memang senantiasa getir semenjak digusur.
Menuruti keinginan pemerintah, mereka pun pindah ke Rusunawa.
Namun tak ada jaminan hidup layak disana, hingga mereka memilih balik ke lahan semula.
Warga membangun kembali rumahnya dari puing - puing bekas rumah mereka yang dihancurkan.

"Ada 30 keluarga disini yang sudah masuk kembali, dulunya hanya segelintir yang bertahan termasuk saya," kata Welmy Kirawu seorang perwakilan warga.

Dikatakan Welmy, kehidupan warga di Rusunawa sangat suram.
Fasilitas sangat buruk. Mereka diberlakukan layaknya warga kelas dua.

"Sudah begitu, kami diminta membayar 400 ribu perbulan," kata dia.

Sebut Welmy, sejumlah anak terpaksa putus sekolah dikarenakan jarak sekolah dan rusunawa sangat jauh.
Beberapa siswa kembali meneruskan sekolah semenjak mereka balik lagi ke lahan KEK.

"Dulu untuk biaya transpor saja, sehari bisa 20 ribu, darimana kami beroleh uang itu," kata dia.
Kembali menduduki lahannya, warga kini kian mawas diri.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help