TribunManado/

Marzuki: Peristiwa Rohingya Satukan Silaturahmi Umat Muslim Secara Internasional

Krisis kemanusiaan yang menimpa kaum Rohingya di negara tetangga Myanmar, menarik perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah Indonesia.

Marzuki: Peristiwa Rohingya Satukan Silaturahmi Umat Muslim Secara Internasional
Istimewa
Kegiatan PP Muhammadiyah Indonesia menanggapi peritiwa Rohingya, Jumat (8/9) pukul 20.00 WITA di Auditorium KH Ahmad Dahlan Jakarta Pusat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Krisis kemanusiaan yang menimpa kaum Rohingya di negara tetangga Myanmar, menarik perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah Indonesia.

Menjawab persoalan tersebut, maka diadakan pertemuan dengan tema 'Kebijakan Politik dan Bantuan Kemanusiaan Bagi Rohingya' di Auditorium KH Ahmad Dahlan Jakarta Pusat, Jumat (8/9) sampai Sabtu (9/9).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs H Hajriyanto Y Thohari MA.

Dalam sambutannya, dia memberikan apresiasi atas gerak cepat Pemerintah Indonesia melalui Menteri luar negeri (Menlu) Retno, yang mengunjungi dan berdiplomasi dengan Pemerintah Myanmar.

"Saya juga salut terhadap sikap Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang langsung membentuk tim pencari fakta. Dimana didalamnya beranggotakan Negara Indonesia, Bangladesh, dan Australia," kata dia melalui Ketua Muhammadiyah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Jamal Lamato.

Meski demikian kata Jamal, Hajriyanto sedikit menyesali sikap Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang sampai saat ini masih bungkm melihat peristiwa yang terjadi.

Kata Jamal, DR Marzuki Darusman tim pencari fakta Rohingnya bentukan PBB responsibility to protect, menjelaskan yang terjadi di daerah tersebut adalah masalah kemanusiaan

"Sehingga perlu mendapatkan bantuan," kata Jamal menirukan ucapan Marzuki.

Ditempat yang sama DR Hidayat Nur Wahid mewakili Dirjen kerja sama ASEAN Kemenlu RI mengatakan, kasusus Rohingnya merupakan ujian berat bagi keberlangsungan kerja sama ASEAN.

Untuk itu dirinya sangat berharap banyak atas pertemuan dan diplomasi para ibu.

Apalagi Menlu Indonesia adalah seorang ibu, kemudian pemenang pemilu di Myanmar Aung San Syu juga, dan Perdana Menteri Bangladesh seorang ibu.

"Saya meyakini tidak ada ibu yang menginginkan anak - anaknya sengsara. Mudah - mudahan tragedi Rohingya segera berakhir," kata dia.

Tambahnya, peristiwa Rohingya ini telah menyatukan silaturahmi umat Muslim secara Internasional. Kemudian berharap agar semua bangsa tergerak hati bersama - sama mendukung berakhirnya peristiwa kemanusiaan ini. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help