TribunManado/

Kuda ini jadi Juara Kelas Terbuka 1.700 Meter di Piala Wagub Sulut

‘’Olahraga berkuda sangat menghibur masyarakat. Makanya, lomba seperti ini jangan sampai putus,"

Kuda ini jadi Juara Kelas Terbuka 1.700 Meter di Piala Wagub Sulut
TRIBUNMANADO/WARSTEFF ABISADA
John Palandung, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara usai menyerahkan piala bagi pemenang lomba. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kuda Milky Way, milik Ady Supit dari DKI Jakarta yang ditunggangi Sony Wenas, tampil sebagai juara pertama pada lomba pacuan kuda klas terbuka 1.700 Meter, Sabtu (9/9/2017).

Kuda Milky Way unggul atas Putra Milano yang ditunggangi Febry pada lomba memperebutkan piala Wakil Gubernur Sulut di Gelangang Pacuan Kuda Paniki, Manado.

Juara ketiga diraih oleh kuda Nona Princes, milik dari Prince Star Stable Manado yang ditunggangi Falentino.

Pada klas calon derby berjarak 1.400 Meter, kuda milik Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diberi nama Azalea meraih juara kedua. Juara pertama direbut oleh Bombastis kuda milik Frangki Setiono dari Manado, yang ditunggangi oleh D Liwe.

‘’Pemerintah provinsi sangat bersyukur, sebab lomba ini bisa sukses dan disambut antusias oleh masyarakat Sulawesi Utara,’’ kata John Palandung, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara usai menyerahkan piala bagi pemenang lomba.

Pemprov Sulut menurut Palandung, akan terus membenahi gelanggang pacuan kuda menjadi lebih baik, agar masyarakat yang menonton bisa lebih nyaman.

‘’Gelanggang akan dibenahi menjadi lebih baik, agar bisa menarik minat wisatawan juga untuk berkunjung melihat lomba pacuan kuda di Manado,’’ ungkapnya.

Kun Salo, wasit lomba pacuan kuda mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pemerintah provinsi tersebut sangat baik. Sebab, bisa membuat kuda asal Sulut lebih kuat dan kompetitif untuk berlomba ditingkat nasional.

‘’Kompetisi seperti ini sangat baik dilaksanakan, agar kedepan kuda dari Sulut bisa meraih juara ditingkat nasional. Potensinya sangat banyak, tinggal dioptimalkan baik kuda maupun joki-joki yang handal,’’ tuturnya.

Kuda yang mengikuti lomba dilatih selama kurang lebih dua bulan, seperti kuda Milky Way. Sejak dua bulan silam, kuda generasi ketiga hasil persilangan kuda Torobreat asal Australia dengan kuda asal Minahasa tersebut, menjalani latihan di Tompaso.

‘’Olahraga berkuda sangat menghibur masyarakat. Makanya, lomba seperti ini jangan sampai putus, sebab fasilitas lomba yang tersedia sudah cukup representative,’’ tukasnya.

 
 

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help