TribunManado/

Gratifikasi Bisa Menimbulkan Kebahagiaan?, Ini Kata Psikolog

Ada beberapa hal yang harus dilakukan manusia agar bisa mencapai kebahagiaan.

Gratifikasi Bisa Menimbulkan Kebahagiaan?, Ini Kata Psikolog
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Diskusi terkait cara mencapai kebahagiaan bersama Psikolog Aries Soleman SPsi MPsi di Rumah Kopi Shaad, Sabtu (9/9/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Ada beberapa hal yang harus dilakukan manusia agar bisa mencapai kebahagiaan. 

Demikian disampaikan Psikolog Aries Soleman, SPsi, MPsi pada diskusi santai, Sabtu (9/9) pukul 16.30 wita di Rumah Kopi Shaad.

Gratifikasi, satu diantaranya yang disampaikan lulusan Universitas Kiai Haji Ahmad Dahlan Jogja ini agar manusia bisa mendapatkan kebahagiaan.

Menurut penyampaian pengajar di IAIN Manado ini bahwa gratifikasi itu merupakan satu hal yang berlaku lama dan berdampak besar.

Dalam psikologi, gratifikasi diperlukan untuk mempertahankan kebahagiaan dalam jangka waktu yang lama. Orang harus pada kondisi mengalir agar mendapatkan kebahagiaan.

Misalnya Anda menonton televisi, sudah tidak tahu jam berapa. Artinya sudah tidak tahu waktu.

"Gratifikasi itu seperti menabung kebahagiaan. Contoh lain misalnya kalau orang bekerja dengan konsentrasi tinggi. Karena telah asik mendalami pekerjaannya, orang-orang itu bahkan tidak peduli dengan sekitarnya. Ada yang sampai belum menikah karena fokus bekerja. Sebenarnya orang itu bahagia. Tapi nanti dirasakan di tahun yang akan datang," ujar dia.

Hal lain yang perlu dilakukan agar bisa merasakan kebahagiaan yaitu dengan kenikmatan. Sesuatu yang kita lakukan secara terus menerus dan menjadi kebiasaan tanpa mendalami hal itu maka tidak akan merasakan kebahagiaan.

Misalnya orang patah hati dia mencari hiburan seperti jalan-jalan atau memang itu akan merasakan bahagia. Tetapi hanya satu sampai dua jam saja. Setelah pulang ke rumah kembali lagi ke masa tidak bahagia.

"Harus memberikan rentang waktu untuk melakukan satu kebiasaan. Misalnya minum kopi, kalau setiap hari kita minum kopi di Jarod atau di Shaad itu sudah biasa. Nikmat, kalau disambung terus tidak akan nikmat," jelasnya.

Coba misalnya kita meresapi saat kita minum kopi. Misalnya minum kopi di atas Gunung Klabat. Kopi akan terasa nikmat. Atau misalnya kita membaca buku, meski di tempat ramai namun kita fokus. Itu bahagia. Atau kita minum kopi tanpa ngobrol, hanya fokus minum kopi.

Aries mengatakan bahwa kebahagiaan itu harus ditempatkan di depan. "Untuk mempengaruhi yang lain maka kebahagiaan harus di depan. Orang yang bahagia dulu baru bekerja, maka akan mempengaruhi kinerjanya," ujar dia.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help