TribunManado/

Harga Komoditas Dorong Daya Beli Masyarakat, Pembiayaan Multifinance Tumbuh

Meski lesu, bisnis pembiayaan masih bertumbuh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Juli 2017, outstanding pembiayaan multifinance Rp 406,5 T

Harga Komoditas Dorong Daya Beli Masyarakat, Pembiayaan Multifinance Tumbuh
NET
Layanan Adira Finance

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski lesu, bisnis pembiayaan masih bertumbuh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Juli 2017, nilai outstanding pembiayaan multifinance mencapai Rp 406,51 triliun. Jumlah tersebut meningkat 4,9% secara year to date.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, ada beberapa faktor pendorong kinerja perusahaan pembiayaan.

Seperti, perbaikan harga komoditas yang membantu mengangkat daya beli masyarakat. "Pasar mobil baru juga mulai meningkat," kata dia.

Segmen pasar baru yakni kredit multiguna juga menopang pembiayaan. Sepanjang tahun ini, pertumbuhan pembiayaan ditargetkan di atas 7%. Lebih baik dari tahun lalu yang naik 6,6%.

Salah satu multifinance, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga Agustus 2017. Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menyebut, sampai Agustus 2017 Adira telah menyalurkan pembiayaan baru Rp 21,2 triliun, naik 8% dari periode sama tahun lalu.

Katanya, pasar otomotif secara nasional masih menantang, baik di segmen roda dua maupun empat. "Kami cari pasar potensial untuk digali lebih dalam lagi," kata dia, Kamis (7/9).

Di pasar mobil baru, Adira Finance banyak melirik segmen pembiayaan mobil penumpang. Pasalnya, segmen ini mencatatkan kenaikan permintaan ketimbang kendaraan komersial.

Adira juga memaksimalkan pembiayaan di segmen kendaraan bekas. Hafid bilang, Asdra juga tertolong lini bisnis pembiayaan multiguna. Umumnya, kendaraan yang dimiliki nasabah dijadikan jaminan untuk multiguna.

PT Astra Credit Company (ACC) juga mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sepanjang tahun ini. Chief Executive Officer ACC Jodjana Jody bilang, sampai Agustus 2017 pihaknya telah menyalurkan pembiayaan baru sebanyak Rp 18,9 triliun. "Pertumbuhannya 9% secara year on year," kata dia.

Peningkatan kinerja ini karena kuatnya penetrasi penjualan mobil Grup Astra. Khususnya segmen menengah ke bawah seperti mobil LCGC dan mobil low MPV.

Kedua segmen ini mempunyai pangsa terbesar di pasar mobil nasional. Jodjana menambahkan, segmen pasar kendaraan niaga juga membaik sehingga membantu penyaluran pembiayaan. Sampai Agustus 2017, ACC telah merealisasikan 70% dari target hingga akhir tahun ini sebesar Rp 27 triliun.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help