TribunManado/

Minahasa Dapat Dana Rp 5,4 Miliar, Program "Kotaku" Sedang Dikerjakan 12 Kelurahan

"Sebagian besar kegiatan jalan paving blok drainase, dan MCK, seperti di sini kita lakukan peletakkan batu pertama pembangunan jalan paving blok,"

Minahasa Dapat Dana Rp 5,4 Miliar, Program
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Pekerjaan kota tanpa kumuh (Kotaku) di Minahasa mulai dilaksanakan. Ini terlihat di Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, pada Kamis (7/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pekerjaan kota tanpa kumuh (Kotaku) di Minahasa mulai dilaksanakan. Ini terlihat di Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan.

Pekerjaan dimulai ditandai dengan peletakkan batu pertama pembuatan jalan paving oleh Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Minahasa Jacky Walukow, Kamis (7/9/2017).

Kelurahan Paleloan mendapatkan anggaran Rp 551 juta yang dikerjakan untuk pembangunan jalan paving sepanjang 320 meter, drainase 126 meter, dan jamban sebanyak 15 unit yang merupakan dana Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) ditambah dengan swadaya masyarakat.

"Kami juga mengusulkan untuk pembangunan rumah tinggal layak huni. Sebab di sini ada sekitar 13 rumah, kalau bisa diberikan bantuan," ujar Nontje Tumbel, Lurah Paleloan.

Ia menjelaskan, sebenarnya banyak sekali keluarga yang belum memiliki jamban di rumah mereka."Kita usulkan pembangunan, dan tahun ini kita dapatkan 15 unit," ujar dia.

 Kadis PRKP, Jacky Walukow menjelaskan bahwa program Kotaku di Minahasa tahap awal sudah mulai.

Untuk Minahasa tahun 2017 ini mendapatkan anggaran Rp 5,4 miliar yang terbagi di 11 kelurahan dan 1 desa di 4 Kecamatan Tondano Raya.

"Sebagian besar kegiatan jalan paving blok drainase, dan MCK, seperti di sini kita lakukan peletakkan batu pertama pembangunan jalan paving blok," jelasnya.

Ia menjelaskan, ditargetkan November semua pekerjaan sudah selesai. "Dananya itu ditransfer langsung ke rekening Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang kemudian membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk mengerjakan," jelasnya.

Program tersebut dilaksanakan pemerintah pusat dalam rangka menyelesaikan kawasan kumuh di Minahasa.

"Pekerjaannya diusulkan dan disurvei dari pusat, memang khusus di seputaran pusat kota yang masuk dalam kategori kumuh, untuk dilakukan pningkatan kualitas," ujar dia.

Ia menjelaskan, dari dana Rp 5,4 miliar, ada 8 kelurahan yang memperoleh Rp 500 juta dan 4 kelurahan dapat sebanyak Rp 350 juta.

"Ada pendamping, ada juga dokumen rencana yang disusun oleh LKM dan dikerjakan oleh KSM, dan untuk 11 kelurahan dan satu desa tersebut lokasi kumuhnya ada 12,15 hektare, ditargetkan 2019 sudah nol persen," ujarnya.

Yohanes Rampen, penerima bantuan pembangunan jamban mengaku sangat bersyukur, sebab selama ini ia hanya menumpang di rumah saudaranya jika hendak buang air.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help