TribunManado/

Cerita OMK Keuskupan Manado Ikut AYD: Pastor Korea Selatan Kagumi Kabasaran

Saya yang memang sejak awal adalah seorang K-popers (Pencinta K-pop), mendapat kesempatan langsung untuk berinteraksi dengan orang Korea Selatan asli.

Cerita OMK Keuskupan Manado Ikut AYD: Pastor Korea Selatan Kagumi Kabasaran
istimewa
Kebersamaan kontingan AYD Keuskupan Manado bersama delegasi negara lainnya di Makassar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saya merasa sangat senang mengikuti Asian Youth Day (AYD).

Kami 23 orang muda Katolik (OMK) dari Keuskupan Manado didampingi ketua kontingen Pastor Andreas Rumayar Pr dan juga Pastor Windy Tangkuman Pr, tidak menyangka akan mendapatkan pengalaman berharga lewat pertemuan OMK se-Asia ini.

Diawali dengan kegiatan pre-event AYD yang dilaksanakan di Kakaskasen pada 28-29 Juli 2017, kami para peserta dibekali dengan beberapa materi untuk kemudian dapat kami jadikan pengalaman yang bisa kami bagi saat mengikuti AYD itu sendiri.

Acara AYD dimulai dengan kegiatan DID (Days In Dioceses), di mana kami 25 kontingen dari Keuskupan Manado live in di Keuskupan Agung Makassar.

Sebagai orang Katolik saya merasa sangat bangga karena di sana kami tinggal bersama delegates dari Korea Selatan, Brunei Darusalam, dan juga dari region MAM (Manado - Amboina - Makassar).

Secara pribadi saya bersama dua teman lainnya, Rio Luntungan dan Stellamaris Langi, mendapat tempat live in di Paroki St Fransiskus Assisi Makassar.

Kami tiba saat sore hari, ketika misa di gereja tersebut sedang berlangsung.

Selesai misa, kami para peserta AYD, diminta tampil di depan untuk memperkenalkan diri satu per satu.

Setelah selesai perkenalan, kami diantar ke aula gereja untuk acara penyambutan.

Saya duduk bersama beberapa teman dari Korea Selatan dan seorang suster yang juga berasal dari Korea Selatan.

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help