TribunManado/

Jainuddin Kukuh Tak Maju lagi dengan Tatong Bara di Pilkada Kotamobagu

"Pemimpin itu ibarat matahari yang menyinari semua muka bumi ini, tanpa memandang atau memilih-milih,"

Jainuddin Kukuh Tak Maju lagi dengan Tatong Bara di Pilkada Kotamobagu
Kolase Foto Tribun Manado
Tatong Bara dan Jainuddin Damapolii 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - "Pemimpin itu ibarat matahari yang menyinari semua muka bumi ini, tanpa memandang atau memilih-milih," demikian kata wakil wali kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii, Selasa (5/9/2017).

Rapat pleno DPD II Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kotamobagu menetapkan dua pasangan calon yakni Jainuddin Damopolii-Nasrun Koto dan Jainuddin Damopolii-Aditya Anugerah Moha (ADM) sebagai calon wali kota dan wakil wali kota, pada Senin (4/9/2017) kemarin.

Hasil rapat pleno tersebut sudah dismapaikan ke DPW PAN Sulut

"Tinggal tunggu keputusan DPW untuk membawa ke DPP," kata Jainuddin kepada Tribun Manado di ruang kerjanya.

Dijelaskan Papa Ed sapaannya, langkah yang dilakukan DPD II PAN Kota Kotamobagu ini dilakukan untuk menghindar politik transaksional yang tengah berjalan, prosesnya dilakukan benar-benar bersih.

"Kami lakukan seperti ini supaya tidak lahir pemimpin transaksional, harus pemimpin yang lahir karena murni keinginan masyarakat," tegasnya.

"Lakukan cara bersih dan ilegal demi kebesaran karena yang akan pilih kader dan masyarakat Kota Kotamobagu bukan Jakarta (DPP). Hormati hasil ini, karena dilakuan demokratis bersih dan tak tercemar dengan politik transaksional," kata dia.

Jainuddin menaruh harapan besar agar DPP tidak membuang keputusan dari DPD II PAN Kota Kotamobagu. Adapun alasan darinya tidak mau lagi bersama pada Pilwako nanti karena mau cari pasangan yang nyaman.

Saat konsep dari sang wakil banyak tak jalan, pokok pemikiran pun tidak diambil. Tak hanya itu visi dan misinya bersama wali kota pada kenyataan konsep Kota Jasa di Kotamobagu gagal.

"Karena arus orang tinggalkan Kotamobagu lebih banyak ketimbang orang masuk untuk studi, ini juga sudah dievakuasi agar program itu ke depan diwujudkan membangun pendidikan di Kotamobagu," tambahnya. 

Kemudian Jainuddin bicara mengenai basis dukungan massa, selain elit partai datan juga dari masyarakat, etnis dan agama serta diuji dengan survei yang dilakukan lembaga independen.

"Basis massa jelas punya orang yang suppor, tidak punya uang untuk andalkan maju, dengan adanya dukungan masyarakat membuat saya percaya diri untuk maju," tandasnya

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help