TribunManado/

Terkait Dugaan Penelantaran Pasien, Direktur RSUD Kotamobagu Mangkir dari Panggilan Polisi

"Tidak datang, saat penyidik hubungi dia bilang ada rapat nanti diinformasikan kalau akan datang,"

Terkait Dugaan Penelantaran Pasien, Direktur RSUD Kotamobagu Mangkir dari Panggilan Polisi
CHRISTIAN WAYONGKERE
Pembangunan RSUD di Kotamobagu 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Direktur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) RSUD Kotamobagu Dr Wahdania Mentang mangkir dari pemeriksaan oleh kepolisian atas laporan pembiaran pasien kritis.

"Tidak datang, saat penyidik hubungi dia bilang ada rapat nanti diinformasikan kalau akan datang," kata AKP Hanny Lukas Kepala satuan reskrim Polres Bolmong kepada Tribun Manado.

Hingga sore penyidik dibuat menunggu kedatangan sang Direktur namun tak kunjung kelihatan batang hidungnya. Untuk itulah penyidik reskrim Polres Bolmong akan melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kembali.

"Nanti akan disurati, selain direktur ikut dipanggil nanti seorang dokter yang bertugas pada saat itu," urainya.

Kasus yang menimpa RSUD Kotamobagu ternyata sudah sampai ke telinga Wakil Wali Kota Kotamobagu, Jainuddin Damopolii kepada Tribun Manado menyesalkan terjadi seperti ini di tempat pelayanan kesehatan. "Dengan alasan apapun harus layani," sesal Jainuddin di ruang kerjanya.

Kasus penolakan pasien di rumah sakit, dimata papa Ed sapaannya, sama seperti kejadian pasien yang tidak punya kartu BPJS atau kartu layanan kesehatan lainnya.

"Sudah berkali-kali ke RSUD dan sampaikan ke petugas sebagai pelayan masyarakat berikan semaksimal mungkin, senyum dan pelayanan yang baik menjadi resep dan obat untuk mereka para pasien," katanya.

Sayangnya Direktur UPTD RSUD Kotamobagu enggan menanggapi upaya konfirmasi yang dilakukan. Upaya mendatang rumah sakit tak menemuai hasil, begitu juga dengan via sambungan telpon dan pesan singkat hingga pukul 18.35 Wita tidak mendapat respons.

Gunawan Ijom Humas RSUD mengatakan saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihaknya karena masih sedang dilakukan pemeriksaan.

"Ada permintaan pemenuhan data-data yang diminta Polisi sedang kami lengkap dengan membawa langsung ke pihak penyidik," tambahnya.

Untuk laporan akan pelayanan yang tak masimal dari pihak rumah sakit, menurut Gunawan merupakan hak pasien menyampaikan keberatannya.

Hal ini akan menjadi introspeksi diri dari pihak rumah sakit untuk melihat mana yang diperbaiki melalui masukan dan saran dari masyarakat.

"Jadi untuk keterangan resmi dari ibu direktur nanti ketemu langsung pada Rabu (6/9/2017) besok di rumah sakit," tandasnya.

Pihak keluarga pasien saat didatangi dua kali Senin (4/9/2017) dan Selasa (5/9/2017), kediamannya di Kelurahan Tumobui dalam kondisi tertutup rapat. Nampak papan bunga ucapan duka cita masih terpasang. "Ibu ada di Lolak," ujar seorang tetangga.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help