TribunManado/

Syukur HUT ke-71 GMIBM Pniel Tumobui, Pdt Gina Ingatkan Jemaat Pentingnya Pendidikan Anak

Keluarga besar Jemaat GMIBM Pniel Tumobui, Kota Kotamobagu mensyukuri penyertaan Tuhan sehingga persekutuan sebagai gereja bisa berusia 71 tahun.

Syukur HUT ke-71 GMIBM Pniel Tumobui, Pdt Gina Ingatkan Jemaat Pentingnya Pendidikan Anak
Ketua BPMJ GMIBM Pniel Tumobui Pdt Gina Rumondor-Siwu STh, pendeta pelayanan, tua-tua jemaat dan majelis jemaat menyalakan dan meniup lilin dalam ibadah syukur HUT ke-71 jemaat, Minggu (3/9). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keluarga besar Jemaat GMIBM Pniel Tumobui, Kota Kotamobagu mensyukuri penyertaan Tuhan sehingga persekutuan sebagai gereja bisa berusia 71 tahun.

HUT jemaat yang diperingati setiap 1 September disyukuri dalam ibadah pengucapan syukur jemaat dalam ibadah Minggu (3/9) pagi.

Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Pniel Tumobui, Pdt Gina Rumondor-Siwu mengingatkan jemaat soal pentingnya pendidikan bagi anak-anak keluarga Kristen.

"Tanggung jawab pertumbuhan iman anak-anak ada di tangan orangtua. Teladanilah Timotius yang imannya tumbuh dalam pengajaran keluarga," kata Pdt mengacu pembacaan Alkitab, II Timotius 13:10-17.

Orangtua diberi mandat untuk memperkenalkan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Jangan sampai cerita tentang kebaikan Tuhan tak diketahui anak-anak.

"Jangan jadikan pekerjaan, kelelahan sebagai alasan sehingga kita mengabaikan peran tersebut," ujarnya.
Pendeta menyentil hal menarik terkait keteladanan orangtua kepada anak-anak. Misalnya, kebiasaan membawa Alkitab dalam peribadatan. Jangan sampai peran Alkitab digantikan gadget.

"Kekuatan moral dan spiritual bisa menjadi pegangan menghadapi cobaan dan godaan di tengah era globalisasi teknologi informasi yang kadang menyesatkan," katanya.

Jemaat membawa makanan, bahan natura hingga uang sebagai wujud ucapan syukur
Jemaat membawa makanan, bahan natura hingga uang sebagai wujud ucapan syukur ()

Pengucapan syukur
Dalam ibadah ini jemaat membawa makanan, bahan natura dan uang tunai sebagai wujud ucapan syukur. Kepada jemaat kembali diingatkan agar bersyukur dalam segala hal.

"Sebab Tuhan itu baik bagi semua orang. Buktinya ia menyertai perjalanan persekutuan Jemaat Pniel Tumobui," katanya.

BPMJ dan majelis jemaat meminta pengucapan syukur kali ini dirayakan sederhana. Dimana jemaat tidak dipaksakan mengadakan jamuan dan menghindari pesta pora.

Persembahan syukur jemaat dalam berbagai bentuk didoakan dalam ibadah syukur, Minggu (3/9).
Persembahan syukur jemaat dalam berbagai bentuk didoakan dalam ibadah syukur, Minggu (3/9). ()

Untuk meramaikan HUT ke-71 tersebut, tim kerja menggelar lomba bintang vokalia (solo) antar pelayan khusus, pemuda remaja dan umum. Puncaknya, akan digelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di akhir bulan.

"Ada lomba paduan suara antar kolom yang bertujuan memperkokoh persekutuan dan soliditas jemaat," ujar Wakil Ketua BPMJ Pnt Verry Mulaki SE dan Sekretaris BPMJ Pnt Jimmy Emor.

Sejarah Jemaat GMIBM Pniel Tumobui berawal dari penunjukan Pdt JM Tumbelaka sebagai pemegang Jemaat Kobo Besar (saat ini Jemaat Pniel Tumobui) oleh Badan Pengurus Besar GMIBM pada 1 September 1946.

Saat itu hanya ada 4 kepala keluarga asal Tompaso dan Langowan, Minahasa yang dilayani. Tujuh dekade berselang, kini GMIBM Pniel Tumobui memiliki ratusan kepala keluarga yang tersebar di 20-an kolom.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help