TribunManado/

Prof Dr Arrijani Punya Cara untuk Menekan Angka Anak Putus Sekolah

TINGGINYA angka putus sekolah di Sulut penyebabnya faktor internal dan eksternal.

Prof Dr Arrijani Punya Cara untuk Menekan Angka Anak Putus Sekolah
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID-TINGGINYA angka putus sekolah di Sulut penyebabnya faktor internal dan eksternal. Hal ini diutarakan Prof Dr Arrijani Msi, Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Manado (Unima), Senin (4/9).

Baginya dua hal inilah yang harus diseriusi, karena merupakan penyebab anak putus sekolah. ''Tak perlu urai panjang lebar penyebab anak putus sekolah. Tapi kita kelompokkan menjadi dua faktor. Itu tadi eksternal dan internal, '' ujar Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Unima, kemarin.

Masalah internal katanya, merupakan masalah yang dialami siswa di sekolah. Ini berpengaruh pada menurunnya minat anak untuk sekolah.

"Aspek semisal traumatik, metode mengajar yang tidak sesuai, interaksi sekolah antar siswa atau guru. Contoh pengalaman di bully teman lain, menimbulkan motivasi sekolah menurun," ujarnya.

Masalah eksternal, untuk pendidikan terbagi menjadi tiga pilar yaitu formal, non formal, dan informal."Mereka diharapkan dapat pendidikan di rumah, masyarakat dan sosial, semuanya harus menunjang satu dengan lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan,  kalau pilar jalan bagus otomatis angka putus sekolah bisa ditekan." Semua pihak harus ambil tanggungjawab turut serta ambil bagian majukan pendidikan," jelasnya.

Menurutnya pengawasan bisa dilakukan tidak hanya di sekolah dan guru saja, melainkan di lingkungan masyarakat, lingkungan sosial seperti kegiatan kerohanian."Kalau semua sinergi bagus," jelasnya.

Intinya, semua ambil porsi beragam sesuai fungsi masing‑masing."Angka putus sekolah ditekan pasti bagus, sebab kendalanya selama ini semuanya jalan sendiri," jelas dia.

Namun bersyukur, saat ini masyarakat Sulut sangat religius sehingga banyak yang bisa menjadi teladan.

Sementara posisi pemerintah menurutnya sebagai regulator."Kita sudah punya rambu, sudah jelas dalam UU pendidikan, tinggal  bagaimana tegakkan aturan dan bersinergi. Kontrolnya ada di pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan aturan pendidikan juga sangat berpengaruh dan perlu dilakukan lantaran peraturan harus berubah‑ubah karena evaluasi kemajuan pendidikan.

"Karena ada dinamika, tapi harus disesuaikan dengan regulasi pendidikan,  perlu ada kesesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan kompetensi dan kualifikasi serta kualitas lulusan Unima terutama di bidang pendidikan," ujarnya.(amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help